Desember 5, 2020

Pengamat sosPol Uncen meminta agar terdakwa kasus kerusuhan di Papua dipulangkan ke Jayapura

kabarmandala.com — Mereka, Tujuh orang tahanan politik Papua yang saat ini ditahan di Markas Polda Kalimantan Timur meminta penyidikan kasus mereka dipindah ke Jayapura.  Tujuh tersangka kasus makar itu sebelumnya dipindah ke tahanan Polda Kalimantan Timur pada akhir September lalu  dan kini ditahan di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Mereka adalah Buchtar Tabuni, Agus Kossay, Fery Kombo, Alexander Gobay, Steven Itlay, Hengki Hilapok, dan Irwanus Uropmabin. Mereka dianggap otak di balik kerusuhan di Jayapura yang mengakibatkan korban dari pihak sipil maupun TNI.

Dari hasil  diskusi dan tatap muka dengan ketujuh tersangka ini, menurut pengamat sosial politik Universitas Cenderawasih, Marinus Yaung, semuanya sedang dalam keadaan sakit. Marinus menyebutkan ketujuh tersangka mengalami gangguan ISPA yang akhirnya merembet ke asam lambung. Wajah mereka juga pucat – pucat dan  selama di Balikpapan. Mereka juga mendapatkan tekanan secara psikologis karena tak bebas berkomunikasi dengan tahanan dari daerah lain. Termasuk tak bisa berkomunikasi dengan keluarga.

Dengan  locus delicti di Jayapura menurut Marinus, seharusnya sidang juga  dilakukan di Jayapura.  ”Saya sudah menemui mereka semua, berdikusi dan menanyakan banyak hal. Aktivitas mereka juga saya tanyakan. Termasuk tekanan yang mereka alami selama di tahan di Balikpapan. Kebanyakan dari mereka saat ini sedang sakit,” kata Yaung melalui ponselnya, Rabu (15/1). Ia berharap ketujuh tahanan ini bisa dipulangkan ke Jayapura agar ada penyetaraan dalam hukum,” beber Yaung.  Namun disini Yaung juga meminta kepada mahasiswa eksodus yang masih bertahan di Papua untuk kembali  ke kota studi. Sebab ini bisa menjadi harga tawar bagi pemerintah.