Oktober 28, 2020

Pertambangan emas dan tembaga PT Freeport Indonesia - Tambang Grasberg di Tembagapura, Mimika, Papua. KONTAN/Lamgiat Siringoringo/18/08/2018

Penganugerahan IMA 2019 kepada PT Freeport sebagai kontribusi terbesar PNBP kepada negara

kabarmandala.com — PT Freeport Indonesia (PTFI) meraih anugerah Indonesia Mining Association (IMA) Awards 2019 untuk kategori kontribusi terbesar kepada negara melalui penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Penyerahan penghargaan IMA Awards tersebut dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif kepada Wakil Direktur PTFI Oerias Moedak pada Malam IMA Awards 2019 di Jakarta,Rabu (20/11/2019).

Keterangan yang diterima di Jakarta, Senin menyebutkan kontribusi Freeportterhadap target PNBP  nasional lebih dari 10 persen atau sebesar Rp4,2 triliun, mengalami kenaikan 51 persen dari 2018 sebesar Rp2,02 triliun. Kontribusi besar dari PTFI ini mendorong realisasi PNBP Indonesia pada2018 di sektor pertambangan mineral dan batubara mencapai Rp32,2 triliun.

Ketua IMA Ido Hutabarat mengatakan, IMA Awards merupakan bentuk apresiasi kepada perusahaan tambang anggota asosiasi yang telah berkontribusi terhadap negara, lingkungan, keselamatan kerja, serta masyarakat lingkar tambang. “Pemberian penghargaan ini, sebagai dorongan semangat kepada perusahaan anggota IMA untuk berkontribusi lebih baik lagi kepada negara dan masyarakat,” katanya.

PTFI juga mendapatkan penghargaan pada kategori perusahaan yang melakukan Program Pengembangan Masyarakat terbaik. Kategori ini merupakan kategori yang baru ada pada 2019. Perusahaan tersebut memiliki sejumlah program pengembangan masyarakat, antara lain program pendidikan, program kesehatan, program tingkat pendapatan riil/pekerjaan, program kemandirian ekonomi, program sosial dan budaya, serta program infrastruktur.

Untuk Program Tingkat Pendapatan Riil/Pekerjaan dilakukan secara bermitra dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meluncurkan Rumah Kreatif BUMN di Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Melalui program tersebut, sebuah usaha perkebunan rakyat di area SP-12, Distrik Kuala Kencana telah dirintis seluas puluhan hektar dan sejauh ini telah ditanami 10 ribu pohon Kakao. Selain itu Koperasi Kopi Amungme dan Pertanian Kelapa serta Kakao.

Perusahaan bersama mitra melakukan pendampingan masyarakat untuk inovasi dalam pengolahan benang serat kayu. Komunitas tersebut telah memiliki Koperasi Serba Usaha (KSU) “Kangguru Jaya” serta sanggar Noken dan kios untuk mendukung keberlangsungan produk kerajinan rajutan noken.