Maret 3, 2021

Pengurangan karyawan di Freeport disinyalir bisa menjadi solusi cegah penyebaran Corona

kabarmandala.com — Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Mimika, Reynold Ubra mengatakan ruang gerak karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI)di Tembagapura menjadi pemicu utama meningkatnya penyebaran kasus Covid-19 baik positif, PDP, ODP dan OTG.

Saat vidio conference sekitar pukul 20.00 WIT, Sabtu (2/4/2020) Reynold menjelaskan isolasi terhadap PDP, ODP dan OTG serta pemeriksaan rapid test sebagai bentuk penjaringan kasus atau deteksi dini terus dilakukan secara aktif. Setelah mendapati orang-orang yang memiliki kontak erat dengan orang yang dinyatakan terinfeksi adalah melakukan upaya menyelesaikan akibat. Namun yang paling efektif adalah upaya menyelesaikan sebabnya dalam hal ini persoalan ruang gerak.

“Untuk di Kota Timika termasuk di Tembagapura sama-sama tidak clear untuk soal penyebabnya. Hal ini terbukti di Kota Timika, masyarakat masih melakukan pergerakan dari hari ke hari meski instruski pemerintah telah jelas dengan imbauan yang dilakukan secara rutin,” ungkapnya.

Khusus di Tembagapura, saat melakukan vidio conference secara tegas Bupati Mimika, Eltinus Omaleng selaku Ketua Gugus meminta pengaturan social distancing dan physical distancing di wilayah PTFI. Namun karena pergerakan karyawan sangat dibatasi dengan ruang gerak saat hendak pergi, pulang, saat bekerja serta saat makan siang, malam ataupun sarapan pagi telah diatur pihak manajemen, membuat upaya pencegahan tidak optimal. Karena itu satu-satu jalan adalah benar-benar membatasi pergerakan orang.

“Salah satu situasi yang sangat kurang menguntungkan di Tembagapura adalah suhu yang cukup dingin dan ruang publik yang sangat terbatas, sehingga pengurangan jumlah karyawan yang ada di Tembagapura harus dilakukan sebagai salah satu solusi,” kata Bupati Omaleng.┬áMenurut Bupati, hal yang menarik berdasarkan vidio conference kemarin adalah bahwa PTFI akan mengikuti apapun langkah kebijakan yang dilakukan oleh Pemkab Mimika.

Tanggal 4 Mei mendatang akan ada pertemuan evaluasi antar tim gugus vovid Mimika. Selanjutnya di tanggal 6 Mei akan mendapatkan gambaran terkait langkah Pemkab Mimika selanjutnya untuk pengatasi cepatnya penularan covid-19 di Mimika.