April 20, 2021

Penjualan Miras Ilegal di Jayapura berhasil dibongkar di tengah Pandemi Corona

kabarmandala.com — Sikap salah seorang Kepala Distrik di Kota Jayapura, Papua ini patut dipuji. Kepala Distrik Heram, Bobby Awi (26) membongkar praktik penjual minuman keras secara daring yang beroperasi di tengah pandemi Covid-19, pada Rabu (29/4) dini hari.

Dalam aksinya Bobby dibantu rekan-rekannya berhasil mengamankan penjual miras berinisial DW (24) warga belakang Expo Waena. Tak hanya itu, 146 botol miras pabrikan dan 39 kaleng bir bintang milik DW turut diamankan dari lokasi.

Penangkapan ini berawal saat Kepala Distrik Heram, Bobby Awi memantau kegiatan penjualan miras ilegal di seputar Terminal Sementara Expo Waena. Bobby lantas menghentikan sepeda motor yang melintas, dan menemukan paket miras.

Dari interogasi, pengendara tersebut mengaku membeli miras dari pelaku DW. Seketika itu, Bobby bersama rekan-rekannya menggelandang pengendara itu ke rumah DW disusul penggeledahan rumah hingga ditemukan ratusan botol miras ilegal.

Temuan itu langsung dilaporkan kadistrik (Bobby) via telephone ke Kantor Polsub Sektor Heram untuk mengamankan pelaku beserta barang bukti. Laporan tersebut pun langsung direspon anggota Heram dipimpin Pawas, Aipda Richard Mandowally dengan mendatangi lokasi.

Kapolresta Jayapura Kota, AKBP Gustav Robby Urbinas saat dikonfirmasi melalui Kasubbag Humas Polresta, AKP Jahja Rumra membenarkan kabar tersebut. “Total barang bukti 146 botol miras pabrikan, 39 kaleng bir dan 28 kaleng minuman soda yang biasanya digunakan untuk campuran,” kata Jahja, Rabu malam.

Berdasarkan pengakuan awal, pelaku DW mengaku menjual miras secara daring (online) kepada pelanggan tetapnya. “Pembeli memesan melalui telepon, beberapa saat kemudian datang Kepala Distrik Heram beserta beberapa orang dan langsung geledah rumah dan menemukan miras yang telah siap untuk dijual,” terang Jahja.

Jahja menambahkan, pelaku beserta barang bukti telah diserahkan ke Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota untuk proses hukum lebih lanjut. “Sudah diserahkan dari Polsub Sektor Heram ke Satnarkoba untuk proses hukum,” pungkasnya.