Februari 26, 2021

Per Semester 2019, Elektrifikasi Papua Capai 94,28%

kabarmandala.com — PT PLN (Persero) Induk Wilayah Papua dan Papua Barat mengklaim per September 2019, rasio elektrifikasi Provinsi Papua mencapai 94,28% dan Papua Barat 99,99%. Sesuai Permendagri No. 137/2017, dengan jumlah desa total 7.358 dan desa yang  sudah terlistriki 6.147 desa.

Asisten Manajer Komunikasi PT PLN Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Septian Pujiyanto menyebutkan sebanyak 2.962 desa atau sebanyak 240.963 unit menggunakan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE), program dari Kementerian ESDM.

“Masih ada sekitar 1.724 desa yang masih gelap gulita. Kami menargetkan 2020, elektifikasi Papua dan Papua Barat mencapai 100%,” ujarnya, Senin 23 Desember 2019. Kata Septian, dengan tantangan geografi, kerapatan hunian yang sangat rendah, dan infrastuktur yang terbatas, program ini menjadi solusi untuk percepatan elektrifikasi, diantaranya melalui implementasi model Wireless Electricity.

“Program ini juga menjadi solusi atas keterbatan sumber energi primer (minyak, gas, dan batubara), guna menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP), bahkan mengurangi/menghilangkan subsidi,” jelasnya.

Lanjut Septian, sejumlah upaya terus dilakukan PLN setempat dalam rangka melistriki hingga pedalaman Papua, dengan menggunakan energi baru terbarukan, misalnya menggunakan pembangkit listrik tenaga pikohidro, yang memiliki keunggulan konstruksi sederhana, pembangunan cepat hingga mampu menyesuaikan ketersediaan debit air yang ada. Biasanya pembangkit pikohidro memiliki daya 100-5000 watt.

Kemudian energi terbarukan juga bisa menggunakan talis, yang berfungsi layaknya carger batere. Cara pengisian talis juga cukup mudah, cukup datang ke Stasiun Pengisian Energi Listrik (SPEL) dan mengganti baterai kosong dengan yang sudah terisi. “Ada banyak energi terbarukan dari Papua yang dapat digunakan untuk mewujudkan elektifikasi ini hingga 100%,” katanya.