Maret 7, 2021

Permintaan Dubes Jepang Minta Bantuan Kodam Cenderawasih untuk Cari Kerangka Tulang Tentaranya

kabarmandala.com — Pemerintah Jepang berencana memindahkan kerangka tulang tentaranya yang gugur pada perang dunia II di tanah Papua. Keinginan ini disampaikan Dubes Jepang untuk Indonesia, H.E.Mr.Ishii Masafumi dalam pertemuan dengan Kasdam XVII Cenderawasih, Brigjen TNI Irham Waroihan di Jayapura.

“Betapa pentingnya mengembalikan kerangka tulang warga kami (tentara) ke Jepang, sebab keluarga mereka (tentara) menantikan tulang belulang itu. Rencananya, kami akan mulai melakukan pencarian pada musim panas tahun ini,” jelasnya, Jumat (21/2).

Ishii berharap dalam pencarian ini, Kodam Cenderawasih dapat memberikan bantuan pengamanan dan perlindungan. Dalam kunjungan pertama kali ke Papua, Kedutaan Jepang untuk Indonesia juga menawarkan kerja sama dalam bidang kemiliteran, khususnya untuk tentara di wilayah Papua. Sementara itu, Kasdam Cenderawasih, Brigjen TNI Irham Waroihan berterima kasih atas tawaran kerja sama kemiliteran yang Jepang tawarkan.

“Kami senang dengan kerja sama kemiliteran dari Jepang dan pasti akan membawa dampak baik, terutama dalam mempererat hubungan bilateral kedua negara yakni Indonesia dan Jepang,” jelasnya. Selain itu, Kodam Cenderawasih juga bersedia membantu dalam pengamanan dan perlindungan dalam pencarian tulang belulang tentara Jepang yang tercecar di Papua.

“Kami siap membantu semaksimal mungkin dalam proses pencarian itu, namun tetap berpedoman pada norma dan aturan yang berlaku,” katanya. Sebelumnya, Duta Jepang untuk Indonesia juga meresmikan Museum Gua Jepang di Kampung Binsari, Kabupaten Biak Numfor.

Dengan peresmian itu, benda-benda bersejarah sisa perang dunia II tersimpan rapi dalam museum, seperti sangkur tentara Jepang, pangkat dan baju tentara Jepang, tulang belulang tentara Jepang, mobil jeep, sejumlah senjata perang termasuk roket. Pembangunan museum bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait, termasuk perbankan.

Bupati Herry A. Naap menyebutkan pemkab Biak akan memberikan perhatian serius terhadap pengembangan sektor pariwisata, salah satunya dengan melakukan penataan di kawasan Goa Jepang yang biasa disebut Gua Binsari.

“Dengan diresmikannya Museum Gua Jepang akan menjadi magnet wisata di Biak,” katanya. Kerangka tulang tentara jepang pada perang duani II banyak ditemukan di daerah Biak Numfor, Sarmi, Jayapura dan daerah pesisir Papua lainnya.