Februari 26, 2021

Pesan akhir presiden saat tutup Ratas PON 2020

kabarmandala.com — Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Sekda Papua, Muhammad Musa’ad, menyebutkan bahwa Presiden RI, Ir. Joko Widodo, menekankan sejumlah hal dalam Rapat Terbatas (Ratas) Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua.

Pertama, sambung Musa’ad, Presiden Jokowi memiliki keyakinan bahwa Pemprov Papua dan masyarakat Papua siap untuk melaksanakan PON XX di Papua. Pernyataan ini sekaligus mengklarifikasi berbagai isu bahwa seakan-akan Pemprov Papua tidak siap dalam mempersiapkan penyelenggaraan PON di Papua.

“Dalam Ratas, setelah mendengarkan laporan dari Wakil Gubernur Papua dan Ketua Harian PB PON, serta pula berbagai masukan dari menteri, maka ada penegasan bahwa PON tetap dilaksanakan di Papua,” ujar Muhammad Musa’ad , Senin (20/1) kemarin.

Kemudian, Presiden Jokowi juga meminta seluruh kementerian/lembaga untuk dapat memberikan dukungan yang nyata bagi penyelenggaraan PON, yang mana sesuai dengan Inpres 10/2017 dan Inpres percepatan persiapan PON yang telah ditandatangani Presiden.

“Dari aspek anggaran, Presiden meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk dapat menkaji dan mengambil kebijakan keuangan yang diperlukan, sehingga dapat mendukung kelancaran PON di Papua,” terangnya. Tidak sampai di situ, sebab LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) juga diminta Presiden untuk mengkoordinasikan, serta mengadvokasi pemerintah provinsi Papu dan PB PON dalam hal pengadaan barang dan jasa.

“Terlebih di waktu yang terbatas menuju penyelenggaraan PON, dalam waktu dekat, kita akan tindaklanjuti untuk berkoordinasi dengan LKPP terkait pengadaan barang dan jasa yang aman dan tidak menjadi persoalan di kemudian hari,” tambahnya.

Terakhir, semua pihak, termasuk TNI/Polri dan seluruh komponen masyarakat diminta untuk dapat menjaga situasi di Papua agar tetap kondusif.  Pasalnya, selain menjadi perhelatan nasional, PON menjadi event yang menyangkut harga diri dan martabat Papua.

“Dengan demikian, kita semua bertanggungjawab menciptakan suasana kondusif, sekaligus mempromosikan Papua, bukan hanya dari aspek olahraga, melainkan juga ekonomi dan aspek lainnya. Terutama merubah image yang selama ini tersemat bahwa Papua tidak aman. Sebaliknya, Papua adalah tanah damai sebagaimana yang kita dengungkan dalam beberapa tahun belakangan ini,” pungkasnya