Desember 2, 2020

Pesan mendalam Wagub Papua saat perayaan Natal

kabarmandala.com — Keluarga Wakil Gubernur (Wagub) Papua, Klemen Tinal, SE., MM., menggelar Ibadah Natal di kediamannya di Dok V Atas, Distrik Jayapura Utara, Minggu (22/12) malam lalu. Selain dihadiri keluarga besarnya, keluarga besar Tinal juga mengundang anak yatim piatu dan janda, penyandang disabilitas, serta seluruh komponen masyarakat di Kota dan Kabupaten Jayapura serta dan Kabupaten Keerom.

Dalam momentum Natal dan Tahun Baru, Wagub Klemen Tinal dalam sambutannya menekankan, pentingnya menjadi manusia yang berkualitas, meskipun menjadi minoritas secara kuantitas. Hal ini Wagub Tinal ibaratkan pada Papua yang menjadi lilin untuk menerangi Indonesia.

“Papua harus menjadi lilin bagi Indonesia. Dengan kata lain, walaupun orang Papua minoritas secara kuantitas, yang mana kita hanya berjumlah 3 juta jiwa dari 260 juta rakyat Indonesia, namun, kita harus berkualitas,” ucap Klemen Tinal. Seperti halnya lilin yang ketika diletakkan di tempat yang tepat, sekalipun kecil menurutnya mampu menerangi kegelapan. Demikian pula hal ini yang harus dilakukan setiap orang di Papua, yakni berkualitas dalam kuantitas.

“Dalam hal ini, kita harus menjadi seperti lilin yang mampu menerangi seluruh Indonesia. Artinya, jangan kita berpikir bahwa kita ini kalah secara kuantitas atau jumlah, sehingga kalah pula dalam bersaing. Sebaliknya, bukannya kuantitas, melainkan kualitaslah yang menentukan kita,” tambahnya.

Tidak ketinggalan, Wagub Tinal bersama keluarga sangat mengapresiasi kehadiran seluruh komponen masyarakat dalam Ibadah Natal Keluarga yang digelar tersebut. Menurutnya, Ibadah Natal tersebut merupakan wujud persahabatan dengan masyarakat. “Natal itu bersahabat. Semuanya adalah sahabat kita. Tanpa memandang latar belakangnya, status sosialnya, agamanya, maupun suku dan budayanya. Nilai inilah yang harus kita bawa pulang malam ini,” terangnya.

Di akhir Ibadah, Keluarga Tinal membagikan bingkisan Natal bagi seluruh komponen masyarakat yang hadir pada kesempatan itu. Mulai dari anak-anak yatim piatu dari berbagai panti asuhan, para janda, hingga penyandang disabilitas di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Keerom.