Desember 1, 2020

PLN Kehilangan Pendapatan Rp 550 Juta/Bulan

kabarmandala.com — PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Merauke siap untuk melaksanakan instruksi Presiden bagi para pelanggan subsidi di Merauke untuk tidak membayar rekening listriknya selama 3 bulan untuk pelangggan 450 Volt Amper (VA) dan potongan 50 persen bagi pelanggan rumah tangga R1 900 VA terhitung mulai pemakaian April, Mei dan Juni 2020.

Manager UP3 Merauke Didik Krismanto ditemui media ini mengungkapkan bahwa tujuan dari kebijakan pemerintah ini adalah untuk meringankan beban dari masyarakat ekonomi kurang mampu dimana instruksi ini akan mulai berlaku untuk pemakaian April, Mei dan Juni 2020. Didik Krismanto menjelaskan bahwa jumlah pelanggan subsidi untuk rumah tangga dengan pemasangan daya 450 VA di Merauke sebanyak 9.254 pelanggan.

“Untuk pelanggan R1 450 VA ini terdiri dari pelanggan prabayar dan pasca bayar,’’ katanya. Untuk pelanggan pasca bayar R1 450 VA sebanyak 351 pelanggan. Sedangkan pelanggan prabayar R1 450 VA sebanyak 8.902 pelanggan,” kata Didik ditemui di Kantornya, Jumat (3/4).

Sementara untuk pelanggan dengan daya terpasang 900 VA, menurut Didik Krismanto, terbagi dua. Pertama pelanggan yang disubsidi dan pelanggan non subsidi. Untuk dapat membedakan mana pelanggan subsidi dan non subsidi pada saat membayar struk rekening atau token listrik.

Untuk pelanggan yang subsidi 900 VA akan tertulis R1 900 VA. Sementara untuk pelanggan non subsidi akan tercatat R1.M 900 VA. ‘’M yang ada di situ menandakan bahwa pelanggan tersebut mampu. Sementara yang mendapat potongan pembayaran 50 persen adalah pelanggan R1 900 VA,’’ jelasnya.

Dikatakan, total pelanggan dengan daya 900 VA di Merauke sebanyak 27.835 pelanggan. Sedangkan pelanggan subsidi R1 900 VA di Merauke sebanyak 5.423 pelanggan. ‘’Sementara pelanggan non subsidi R1.M 900 VA sebanyak 22.412 pelanggan. Dengan adanya gratis pembayaran bagi pelanggan subsidi 450 VA dan potongan 50 persen bagi pelanggan subsidi R1 900 VA, maka PLN Merauke akan kehilangan pendapatan kurang lebih Rp 550 juta setiap bulannya.

“Untuk pelanggan 450 VA sekitar Rp 200 juta lebih. Sedangkan untuk pelanggan subsidi R1 900 VA sekitar Rp 350 juta lebih, sehingga totalnya sekitar Rp 550 juta perbulannya,’’ tambahnya.