Mei 11, 2021

Polda Papua Akan Terus Lakukan Tindakan Tegas Pada KKSB Karena timbulkan kerawanan sosial

kabarmandala.com — Serangkaian penembakan dilakukan KKSB di Timika. Salah satunya terjadi di Kantor Office Building Kuala Kencana Kabupaten Mimika yang mengakibatkan satu WNA meninggal dunia dan dua WNI mengalami luka. Karena terus mengganggu stabilitas keamanan, Kepolisian Daerah Papua akan terus melakukan upaya tindakan tegas terhadap KKB di Papua.

Hal itu ditegaskan Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw bahwa saat ini KKSB masih mencari logistik.
“Logistik ada dua yakni bahan pangan dan amunisi. Kita juga ketahui bahwa mereka sudah bakar batu, itu artinya mereka memang siap untuk berjuang habis- habisan,” ungkap Kapolda, Selasa (5/5/20). Kata Kapolda Waterpauw, personil TNI/Polri di Timika sudah cukup.

“Beberapa kali kami telah melakukan langkah-langkah penindakan terhadap KKB. Pada prinsipnya aparat keamanan melakukan tindakan tegas terhadap KKB yang sering melakukan aksi yang mengganggu keamanan di Papua khususnya di Timika,” tandasnya.  Kapolda juga menegaskan bahwa TNI-Polri tidak akan membiarkan KKB lepas begitu saja.

“Kita ini adalah alat negara dan negara tidak boleh lemah dengan kepentingan satu, dua pihak, jadi aparat keamanan TNI/ Polri akan melakukan upaya sedemikian rupa untuk melakukan upaya penegakan hukum di negara ini,” tegasnya lagi. Untuk pengembangan pelaku yang diduga ikut serta dan merancang atau menjadi aktor dibalik kejadian pada tanggal 30 Maret 2020 lalu yang menewaskan warga negara New Zeland bernama Graeme Thomas Weal dan 2 WNI terluka, sudah berhasil ditangkap dan saat ini sedang diproses.

“Kita cukup terkejut, nampaknya dia bukan orang yang biasa, dia merupakan pengatur beberapa kejadian yang ada di Timika, termasuk diduga juga melakukan penembakan yang terjadi di Kabupaten Mimika,” ujar Kapolda. Kapolda menyatakan, bahwa TNI-Polri sedang menggali terus hingga terkuak aktor yang bermain di belakangnya.  “Mudah-mudahan akan terkuak semua dengan pihak-pihak yang melatar belakangi mereka ini. Karena statusnya ada mereka sebagai security tapi aktifitasnya itu diluar dari itu, yang jauh bersinergi dengan kelompok-kelompok ini,” jelas Kapolda.

Kata Kapolda, pelaku yang jadi security di PT. Freeport Indonesia, mengaku sudah lama bergabung dengan KKB.
Pada Tahun 2004 menjadi karyawan di PT. Freeport dan pada tahun 2009 dia bergabung bersama KKB, kemudian pada tahun 2014 dilantik menjadi koordinator.