Oktober 24, 2020

Polda Papua lakukan Pemetaan Daerah Konflik Pilkada

kabarmandala.com — Kepolisian Daerah Papua mulai memetakan daerah rawan konflik Pilkada serentak yang diikuti 11 kabupaten di Provinsi Papua. Dalam pemetaan itu, Kabupaten Waropen menjadi contoh wilayah rawan yang patut diantisipasi.

“Daerah rawan sedang kami bicarakan, namun untuk intel dasarnya Kabupaten Waropen banyak masalah pada Pilkada 5 tahun lalu. Ini yang harus kita cermati,” kata Wakapolda Papua, Brigjen Pol Yakobus Marjuki usai membuka rapat kerja teknis fungsi intelkam tahun 2020 di Mapolda Papua, Rabu (8/1).

Yakobus menuturkan, pemetaan ancaman Pilkada serentak harus terealisasi dalam waktu sebulan, sebelum disajikan kepada Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw untuk penyusunan rencana pengamanan. “Ini menjadi atensi Polda Papua bersama jajaran, sehingga seluruhnya mulai diaktifkan mulai berpikir ke sana. Kita diskusikan untuk menghasilkan ranking kerawanan, sehingga kita tidak kecolongan,” tuturnya.

Menurut, seluruh wilayah di Papua akan diantisipasi dalam Pilkada mendatang, namun tingkatan kerawanan berbeda di setiap daerah. Hal ini juga menjadi rujukan dalam penempatan personel BKO Brimob agar lebih tepat dan cepat dalam penanganan gangguan. “Nanti pasti akan muncul wilayah lain, kalau Waropen memang sudah berpotensi konflik pada 5 tahun lalu. Ini harus jelas dan dilihat intel aktualnya yang mempengaruhi. Intel aktual akan terlihat dalam diskusi nanti,” katanya.

Yakobus menambahkan, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan penyelanggara Pemilu, baik KPU maupun Bawaslu sehingga dapat mengeliminir masalah yang terjadi dan saling mengingatkan. “Penyelenggara harus independen, Polri dan TNI harus netral dan paling penting harus paham semua,” ujarnya.

Dia pun mengingatkan kepada personel agar menangani setiap permasalahan yang berkembang secara profesional, bijak dan proporsional. “Jangan ada anggota Polri yang ikut terlibat dalam dukung-mendukung, kampanye terselubung maupun memanfaatkan fasilitas dinas guna kepentingan partai politik,” pesannya.