Oktober 30, 2020

Polda Papua siagakan 8000 personel dalam rangka pengamanan pelantikan presiden

kabarmandala.com — Sebanyak 8.000 personel Polda Papua diterjunkan untuk mengamankan wilayah paling timur Indonesia ini menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI di Jakarta, Minggu, 20 Oktober 2019. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ahmad Mustofa Kamal, menegaskan, ribuan personel ini tersebar di 29 kabupaten/kota di Papua.

“Untuk pengamanan jelang pelantikan presiden, kami siapkan 2/3 kekuatan dari total 11 ribu anggota Polda Papua,” terangnya kepada sejumlah wartawan di Media Center Polda Papua, Jumat, (18/10). Kamal menjelaskan, ribuan personel diterjunkan untuk mengantisipasi perkembangan kamtibmas di seluruh wilayah Papua.

Misalnya, dengan melakukan razia kepoisilian maupun patoli di setiap wilayah untuk menekan terjadinya gangguan kamtibmas. “Pelantikan presiden ini bertepatan dengan rangkaian Operasi Mantap Brata 2019. Memang pelantikan dilaksanakan di Jakarta, namun seluruh wilayah melakukan rangkaian pengamanan agar tetap kondusif,” kata Kamal.

Kabid Humas mengatakan, selama ini Polda Papua telah melakukan penggalangan terhadap seluruh tokoh masyarakat agar menjaga kedamaian di Papua. Para tokoh masyarakat pun sepakat mencegah berkembangnya paham radikal di Papua.

“Banyak pernyataan tokoh dan stakeholder mendukung pelaksanaan pelantikan presiden kondusif. Mereka juga sepakat mencegah berkembangnya paham radikal di Indonesia, khususnya di Papua,” ujarnya. Kamal menyebut daerah-daerah yang menjad prioritas pengamanan akan menjadi perhatian aparat keamanan.

Total empat daerah yang dianggap rawan, meliputi Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika dan Wamena. “Ada beberapa daerah menjadi prioritas kami,” katanya. Kamal meminta masyarakat agar membantu aparat keamanan dalam memelihara situasi kondusif di Papua.

Misalnya dengan memberikan informasi kepada kepolisian jika mengetahui atau mencurigai pihak-pihak yang ingin mengacaukan keamanan di Papua. “Kalau bepergian masyarakat hendaknya tidak membawa senjata tajam karena sangat membahayakan. Ini demi kebaikan dan keamanan bersama,” imbau mantan Wakapolresta Depok ini.

Sebelumnya, Kapolda Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw menyebut, empat daerah di Papua rawan gangguan menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, 20 Oktober 2019. Polda Papua pun telah membuat rencana pengamanan di wilayah Papua, termasuk bandara, pelabuhan, serta rumah ibadah.

Langkah ini mengantisipasi gangguan dari pihak-pihak tertentu yang ingin mengacaukan Papua. “Kita khawatir, Jakarta Raya atau Jawa diperketat, mereka melakukan lambungan ke wilayah kita (Papua), sehingga kita jaga dengan rencana pengamanan yang dikonsepkan oleh Karo Ops ,” kata Waterpauw.