Januari 23, 2021

Polisi telah menyita puluhan busur dan panah yang diindikasikan digunakan untuk perang di Kwamki Narama

kabarmandala.com — Jajaran Polres Mimika bergerak cepat setelah mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya indikasi untuk menciptakan perang saudara kembali pecah di Kwamki Narama.  Menindaklanjuti itu, Selasa (22/10), jajaran Polres Mimika melakukan razia mulai dari wilayah Jile Yale hingga Kwamki Narama, dan berhasil menyita ratusan senjata tradisional busur dan panah.

Selain busur dan panah, polisi juga berhasil mengamankan senjata angin rakitan beserta alat tajam berupa kapak. Semua barang bukti yang berhasil disita tersebut dibawa ke Kantor Pelayanan Polres Mimika untuk nantinya akan dimusnahkan.

Waka Polres Mimika, Kompol I Nyoman Punia menerangkan, patroli dan sweeping atau razia akan terus ditingkatkan setelah mendapat informasi adanya indikasi untuk menciptakan perang saudara kembali pecah di wilayah Kwamki Narama. Sejak pagi tadi, sweeping dipimpin langsung Kabag Ops AKP Andyka Aer dan Kasat Sabhara AKP Matheus T. Atte yang melibatkan personel Dalmas dan Brimob BKO.

“Inilah hasilnya. Mereka menyimpan semua alat perang, akan mengadakan perang di Timika. Dengan kecepatan anggota kami yang dipimpin langsung Kabag Ops dan Kasat Sabhara, bisa mencegah terjadinya perang di Kwamki Narama,” kata Waka Polres.

“Adanya indikasi (Perang) karena dilihat dari barang bukti yang sudah kami dapatkan, ada ratusan busur panah, bahkan ada yang masih bersifat bambu yang akan dijadikan busur, termasuk panah yang sudah siap untuk mereka gunakan,” katanya lagi.

Menurut Waka Polres, perang saudara yang dimaksud masih berkaitan dengan perang saudara yang terjadi sebelumnya di wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak. Di mana, sebelumnya pada beberapa bulan yang lalu telah beredar informasi di masyarakat yang menyatakan akan memindahkan perang dari Ilaga ke Timika.

“Ada kemungkinan mereka akan berpindah ke Timika, menganggu situasi kamtibmas yang ada di Timika,” ujar Waka Polres. Sementara itu terkait pelaku pemilik senjata tradisional busur panah maupun senapan angin rakitan dan alat tajam kapak, kata Waka Polres, semuanya melarikan diri disaat petugas melakukan sweeping dari rumah ke rumah yang ditemukan senjata tradisional.

“Razia akan rutin kami lakukan untuk menindaklanjuti perintah bapak Kapolda untuk sweeping dan patroli ditingkatkan agar situasi tetap kondusif,” kata Waka Polres.