Oktober 23, 2020

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Kasus Kerusuhan di Depapre

kabarmandala.com — Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap peristiwa kerusuhan yang melibatkan 2 kampung di Distrik Depapre beberapa waktu yang lalu. ” Sementara ini kami sudah menetapkan satu tersangka dari kasus ini,” ujar Kapolres Victor Mackbon.

Lanjut dia, pihaknya mendalami keterlibatan sejumlah oknum dalam cerita tersebut. Dimana polisi pun sudah mengantongi sekitar tiga sampai empat orang yang terlibat di dalam kasus tersebut. Persoalan ini, lanjutnya, sebenarnya dipicu oleh dasar persoalan lahan yang akan dipergunakan untuk pembangunan Tower seluler. Terkait hal itu ada warga yang mengklaim kepemilikan lahan yang akan dibangunkan tower tersebut.

“Kita berharap dari dewan adat suku juga bisa menjadi mediator, fasilitator terhadap masalah ini. Jangan sampai ada kelanjutan,” harapnya. Diakuinya, pasca terjadinya peristiwa itu sudah ada dijalankan pertemuan yang difasilitasi oleh anggota DPRD kabupaten Jayapura, TNI dan Polri. Untuk itu pihaknya berharap tidak ada lagi aksi-aksi susulan yang dilakukan warga di dua Kampung tersebut. ” Kalau kita lihat memang mereka ini masih satu keluarga ya,”bebernya.

Sementara itu, mengenai keterlibatan oknum anggota Brimob, saat ini yang bersangkutan sudah ditangani khusus oleh satuannya. Polisi juga masih melakukan pemeriksaan terhadap keterlibatan oknum Brimob ini. Apakah yang bersangkutan yang menjadi dalang atau hanya peserta. “Tugasnya di luar mungkin lagi izin cuti di rumahnya, memang ini pribadinya dari orang tersebut,” ujarnya

Lebih lanjut dia mengatakan, hingga kini Polisi dan TNI terus memantau perkembangan situasi terkini di lokasi pasca kerusuhan yang sempat menyebabkan terbakarnya satu unit rumah milik warga Supa. Selain itu pihak keamanan juga dan pemerintah setempat terus melakukan upaya upaya mediasi untuk meminimalisir terjadinya aksi-aksi gangguan Kamtibmas susulan di wilayah itu. ” Kami tetap melakukan monitoring dan kami sudah mengirimkan satu tim untuk mengasesmen permasalahan yang terjadi serta menghindari aksi-aksi susulan,” tambahnya.