Desember 2, 2020

PON Papua 2020 Jadi Polemik, Pemerintah Pusat Didesak untuk Turun Tangan

kabarmandala.com — Abdul Fikri Faqih, Wakil Ketua Komisi X DPR RI mendesak pemerintah pusat membantu percepatan persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional XX di Papua yang akan digelar Oktober – November mendatang. Ada sejumlah pekerjaan yang perlu diselesaikan dalam waktu yang sempit ini.

“Sehingga kami di Komisi X menginisiasi rapat gabungan dengan Komisi I, II, III bersama mitranya masing-masing di bidang keamanan, pemerintahan daerah dan hukum,” ujar Fikri saat dihubungi, Rabu 5 Februari 2020. Fikri mengatakan, pekerjaan tersebut bukan hanya sekedar venue tetapi juga sejumlah hal lain seperti keamanan, pelaksanaan Pilkada, anggaran hingga cabang olahraga yang dipertandingkan.

“Hal-hal tersebut dibahas untuk ditindaklanjuti oleh komisi dan institusi terkait. Misalnya soal anggaran yang masih kurang Rp 2,3 triliun dari total Rp 4,8 triliun kita serahkan ke Banggar untuk mendorong agar cepat terpenuhi, kemudian soal 11 Pilkada yang akan diserahkan ke Komisi II, apakah boleh diundur atau bagaimana,” paparnya.

Fikri menyoroti soal venue yang baru 1 selesai dari 9 venue yang dibangun dengan APBN yaitu Balai Diklat Penerbangan, salah satu instansi di bawah Kementerian Perhubungan. “Delapan venue masih tahap pengerjaan,” tambah dia.

Adapun venue yang harus ditargetkan rampung sebelum Juli 2020 itu adalah: Istora Papua Bangkit, Aquatik Papua Bangkit, Hockey Doyo Baru, Cricket Doyo Baru, Panahan, Sepatu roda, dan Dayung. Sementara itu, venue lainnya dibangun melalui dana APBD Provinsi Papua dan APBD kabupaten/kota, baru 4 venue yang sudah selesai pembangunannya.

Selain venue, pekerjaan rumah terkait PON Papua 2020 adalah soal akomodasi peserta. Total jumlah atlet yang ikut serta dari 37 cabang olahraga adalah 6.442 atlet. Ditambah dengan ofisial dan panitia lainnya terdapat total 22.235 peserta. “Bila berkumpul dalam satu acara, seperti opening ceremony, dipastikan ada yang tidak kebagian kamar hotel,” urai Fikri.

Diketahui, opening ceremony rencananya akan dilaksanakan di Stadion Utama Papua Bangkit, 18 km dari pusat kota Jayapura. Ketersediaan kamar hotel menurut data Pemprov Papua hanya terdapat 2.800-an kamar hotel di seluruh Kab. Jayapura dan Kota Jayapura. “Skenario untuk menampung 22 ribu peserta dengan akomodasi hanya 2.800 kamar itu harus diantisipasi,” kata Fikri.