November 1, 2020

Provinsi Papua memiliki angka kemiskinan tertinggi di Indonesia

kabarmandala.com — Angka kemiskinan di 16 daerah masih tinggi dan berada di atas rata-rata nasional yang mencapai 9,22 persen. Adapun angka kemiskinan tertinggi terjadi di Papua dan Papua Barat. Hal itu sebagaimana data dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Papua masih memiliki persentase kemiskinan yang tertinggi di mana persentase kemiskinannya 26,55 persen. Disusul oleh Papua Barat (21,51 persen),” kata Kepala BPS, Suhariyanto. Di samping di Papua dan Papua Barat, diketahui persentase kemiskinan di atas rata-rata nasional pun terjadi di NTT yang mencapai 20,62, Maluku 17,65, Gorontalo 15,31, Aceh 15, 01, Bengkulu 14,91, NTB 13,88, dan Sulawesi Tengah 13,18 persen. Kemudian, ada juga Sumatera Selatan sebesar 12,56, Lampung 12,30, Yogyakarta 11,44, Sulawesi Tenggara 11,04, Sulawesi Barat 10,95, Jawa Tengah 10,58, dan Jawa Timur 10,20 persen.

Di sisi lain, provinsi dengan persentase kemiskinan terendah, yakni DKI Jakarta sebesar 3,42 persen, Bali 3,61, dan Kalimantan Selatan 4,47 persen. Per Maret hingga September 2019, imbuh Suharyanto, ada enam provinsi dengan penurunan persentase penduduk miskin tertinggi, yakni Papua (0,98 persen poin), NTB (0,68), Papua Barat (0,66), NTT (0,47), Bengkulu (0,32), dan Lampung (0,32).

Sementara itu, hanya satu provinsi yang persentase kenaikannya naik, yakni Maluku Utara sebesar 0,14 persen poin menjadi 6,91 persen. “Selalu terlihat, ketika angka kemiskinan suatu provinsi itu tinggi itu menurunkannya jauh lebih cepat dibandingkan provinsi yang persentasenya sudah di bawah 10 persen, itu jauh lebih lambat,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan, persoalan kemiskinan bukan hanya sekadar jumlah dan persentase penduduk miskin, melainkan juga tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. “Kalau (kemiskinan) lebih dalam, berarti untuk mengangkatnya lebih sulit. Idealnya, kedalaman menurun dari waktu ke waktu,” sebutnya.

BPS pun mencatat, indeks kedalaman kemiskinan turun dari 1,55 pada Maret 2019 menjadi 1,50 pada September 2019. Adapun dalam periode yang sama, indeks keparahan kemiskinan juga merosot dari 0,37 menjadi 0,36.