Oktober 23, 2020

PT Freeport lakukan pembatasan perjalanan guna tekan penyebaran virus corona

kabarmandala.com —  Sejumlah kebijakan terus dilakukan Manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI) guna ikut nencegah penyebaran virus corona (COVID-19) yang saat ini sudah mengglobal. Informasi yang berhasil dihimpun pada Rabu (25/3/2020), menyebutkan, berkenaan dengan beberapa daerah di Indonesia sekarang telah diidentifikasi sebagai area berisiko penularan tinggi, termasuk Jakarta, maka Manajemen PTFI mengambil
angkah-langkah lebih lanjut untuk melindungi tenaga kerja dan komunitas PTFI dari sumber-sumber potensial penularan virus masuk dengan membatasi semua perjalanan yang masuk ke Area Proyek PTFI serta membatasi pergerakan para personil dari Dataran Rendah ke Dataran Tinggi.

Pembatasan perjalanan dilakukan sebagai berikut.

• Semua layanan penumpang yang datang dengan penerbangan Airfast akan ditunda untuk sementara waktu, dimulai pada akhir waktu kerja/akhir jam kantor pada Rabu, 25 Maret 2020.

• Secara bersamaan, sampai dengan
pemberitahuan selanjutnya, perusahaan
akan menghentikan pembelian atau
pemesanan tiket pesawat ke Timika bagi para karyawan, kontraktor dan anggota keluarga yang datang ke Area Proyek PTFI dengan maskapai komersial.

• Untuk segera diberlakukan, semua
karyawan, kontraktor dan anggota keluarga yang akan memasuki area proyek PTFI di Dataran Rendah dan Dataran Tinggi akan diwajibkan untuk menjalani karantina diri (self quarantine) selama 14 hari.

• Penerbangan Airfast ke luar jobsite akan
dilanjutkan berdasarkan jadwal dan tujuan penerbangan yang disesuaikan. Pesawat Airfast akan terus digunakan untuk mendukung logistik penting dan
kebutuhan-kebutuhan pasokan.

• Mulai hari Kamis, 26 Maret 2020 pagi, manahemen PTFI akan melakukan pembatalan sementara seluruh perjalanan bus SDO (Shift Day Off) dan untuk semua penumpang lainnya serta layanan transportasi helikopter untuk para karyawan, kontraktor dan komunitas dari Dataran Rendah ke Dataran Tinggi.

Pembatasan-pembatasan sementara ini akan ditinjau kembali oleh manajemen setiap dua minggu dan penyesuaian-penyesuaian akan diberlakukan sebagaimana diperlukan. Setiap pengecualian atas kebijakan ini terkait perjalanan dinas yang penting harus melalui persetujuan Chief Operating Officer PTFI atau Kepala Teknik Tambang (KTT) PTFI.

Semua Kepala Divisi telah diperintahkan untuk membuat pengaturan jadwal kerja guna mendukung penerapan kebijakan pembatasan perjalanan ini. “Selain itu, kami juga melakukan langkah-langkah untuk memitigasi penyebaran virus di wilayah kerja kami. Seperti memberikan imbauan dan arahan untuk menghindari tempat-tempat ramai, membatasi pertemuan-pertemuan, screening di terminal dan airport, meningkatkan kebersihan dan disinfeksi, mengimbau untuk tidak datang bekerja jika merasa sakit, dan banyak lagi. Aktivitas tambang dan produksi masih berjalan dengan memperhatikan hal-hal kesehatan dan keselamatan,” kata Riza Pratama, VP  orporate Communitions PTFI.