Oktober 21, 2020

Puing sisa kerusuhan Wamena masih belum teratasi

kabarmandala.com — Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, John Wempi Wetipo mengakui puing sisa kerusuhan masih menjadi persoalan dalam proses pemulihan di Wamena, Ibu Kota Jayawijaya. Persoalan ini dikarenakan tidak adanya penampungan puing-puing sisa kerusuhan yang hingga kini belum dapat tertangani.

Wempi pun meminta Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mencarikan solusi agar pembangunan bisa segera dikerjakan. “Tidak mungkin ada puing lalu masukan bahan bangunan. Kita harapkan ini cepat selesai, tadi kita minta bantuan teman-teman Gapensi untuk mencari lokasi guna menampung puing-puing kendaraan dan bangunan,” kata Wetipo saat melakukan kunjungan kerja di Wamena, Jumat (7/2).

Wempi memaparkan, 403 ruko akan dibangun kembali pascakerusuhan di Wamena. Dari 403 ruko, baru 10 ruko yang telah selesai dibangun. Total 403 ruko yang akan dibangun ulang dan sudah 10 unit yang selesai dibangun. ementara untuk rumah, dia melanjutkan, dari total 190 unit yang akan dibangun ulang, hingga kini sudah 20 rumah yang tuntas. “Pengerjaan dilakukan oleh TNI. Sudah 20 rumah dari total 190 yang akan dibangun, mudah-mudahan dalam kurun waktu 10 bulan penugasan ini bisa tuntas 100 persen,” harap dia.

Sekadar diketahui, aksi unjuk rasa pelajar di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, 23 September 2019 berujung rusuh. 33 orang meninggal dan lebih dari 70 warga mengalami luka-luka. Unjuk rasa anarkis diduga dipicu perkataan bernada rasial oknum guru terhadap siswanya di Wamena. Sementara Polda Papua mengklaim telah mengkonfirmasi bahwa isu tersebut adalah tidak benar atau hoaks