April 20, 2021

Putri Gus Dur Minta Pemerintah Hentikan Pendekatan Militer Dalam Menangani Persoalan Di Papua

kabarmandala.com — Putri Gus Dur yang juga Ketua Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid, meminta kepada pemerintah untuk menghentikan pendekatan militer dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi di Papua. Baginya, pendekata militer justru akan semakin memperburuk keadaan karena cara tersebut sudah tidak lagi relevan. Pernyataan tersebut disampaikan Alissa Wahid, dalam pertemuan antar tokoh lintas agama untuk Papua Damai, bertempat di Gedung PBNU Jakarta, Senin (09/09).

Lanjut anak sulung Gus Dur tersebut, ia juga meminta pemerintah lebih mengedepankan pendekatan musyawarah untuk menyelesaikan persoalan di Papua, ketimbang pendekatan militer. Alissa juga meminta pemerintah untuk segera menyelesaikan program-program yang belum dipenuhi di Papua. Pertemuan antar tokoh lintas agama untuk Papua Damai ini digagas oleh PBNU dan dihadiri Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj, MA, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaeni, Jaringan Gusdurian Alissa Wahid, Rohaniawan Romo Magnis Suseno dan perwakilan tokoh Papua.

Dalam pertemuan ini, para tokoh agama membacakan pernyataan sikap yang meminta pemerintah lebih berhato-hati dalam menangani persoalan di Papua. Peryataan sikap bersama bagi Papua Damai itu dibacakan oleh Ketua Umum PBNU yang pada intinya meminta kepada pemerintah untuk berhati-hati dan cekatan dalam menangani persoalan Papua. Ketua PBNU, Kiai Said juga mengutarakan jika pihaknya sudah menginstruksikan kepada seluruh pengurus NU di Papua supaya berkoordinasi dengan segenap elemen yang ada. Begitu juga dengan semua pengurus NU yang ada di luar Papua supaya meredam isu Papua sehinga tidak dikhawatirkan melebar kemana-mana.