Desember 1, 2020

Rencana Demo Tolak Papua Tengah, Polisi Bubarkan Pelajar-Mahasiswa

kabarmandala.com — Pelajar maupun mahasiswa dari sejumlah kota studi yang eksodus ke Timika hendak merencanakan aksi demo damai menolak Pemekaran Provinsi Papua Tengah, terpaksa dibubarkan anggota kepolisian setempat pada Jumat (15/11). Sebelum dibubarkan dan mengeluarkan puluhan pelajar-mahasiswa, AKP Andyka Aer selaku Kabagops Polres Mimika terlebih dahulu memberikan himbau agar pelajar-mahasiswa yang berkumpul bahkan tinggal di Kantor Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (Lemasa) di Jalan Belibis Ujung, Kelurahan Timika Indah, untuk pulang ke rumah masing-masing dan segera kosongkan lokasi tersebut hingga pukul 12:00 WIT.

“Terkait rencana aksi demo, kami sudah imbau supaya perwakilannya datang ke Polres untuk mediasi tapi tidak ada. Waktu kami datangi dan tanya siapa yang bertanggungjawab, mereka bilang mereka semua bertanggungjawab. Karena jawaban mereka sudah tidak benar, maka kita bubarkan dan minta mereka keluar dari Kantor Lemasa dan pulang ke rumahnya masing-masing,” jelas Andyka kepada wartawan.

Dalam aksi itu seorang warga diamankan karena berusaha melawan polisi. Selain itu turut diamankan sejumlah spanduk bertuliskan, ‘Kami butuh pendidikan bukan pemekaran’. Lainnya, ‘Masyarakat tidak meminta pemekaran tapi kesejahteraan yang diinginkan’, dan ‘Kami belum siap menerima pemekaran provinsi’. Andi pada saat pimpin pembubaran mengungkapkan atas aksi ini pihak kepolisian akan dalami terhadap warga yang diamankan.
“Nanti kami akan dalami lagi aksi dari warga yang kami amankan,” kata Andyka.

Polisi membubarkan pelajar-mahasiswa karena tidak hanya merencanakan aksi demo, tapi juga membagikan selebaran (brosur) mengajak warga lain untuk terlibat dalam rencana aksi demo. Pihak kepolisian juga menyayangkan Kantor Lemasa dijadikan tempat berkumpul mahasiswa yang keberadaannya tidak jelas, apalagi sampai mengerahkan massa.

“Kami tidak larang kalau kantor lembaga dipakai untuk musyawarah kepentingan masyarakat. Tapi kalau berkumpul dan siap-siap untuk keluar demo dari kantor Lemasa, itu yang tidak diperbolehkan. Dan merekapun menyadari akan hal itu. Guna mengantisipasi adanya perkumpulan massa untuk suatu tujuan tertentu dan mengganggu Kamtibmas, pasti akan dibubarkan.

“Kami juga akan tingkatkan patroli untuk antisipasi adanya perkumpulan massa, termasuk di sekitar kawasan kantor Lemasa,” tandasnya. Empat Warga Diamankan Terkait pemberitahuan rencana aksi demo damai sehari sebelumnya, yaitu Kamis (14/11), anggota kepolisian setempat telah mengamankan empat orang. Diantaranya dua orang mahasiswa sebagai Koordinator Lapangan (Korlap), yaitu GP (perempuan) dan HO, itu diamankan saat memberikan surat ijin terkait rencana demo damai.

Dua mahasiswa lainnya, yaitu IM dan K, diamankan lantaran menggalang dana, juga menyebarkan brosur ajakan untuk ikut demo. Demikian dikatakan AKP I Gusti Agung Ananta, Kasat Reskrim Polres Mimika kepada wartawan di Kantor Lemasa, Jumat. Keempat mahasiswa yang diamankan oleh anggota Perintis dan Polsek Mimika Baru merupakan mahasiswa eksodus yang kembali ke Timika, ini lebih pada jaminan keamanan masalah di Timika-Papua.

“Karena perintah Kapolda Papua tidak ada lagi aksi unjuk rasa atau kumpul massa apapun itu, apalagi terkait pemekaran wilayah, ini jelas ada pihak yang melatarbelakangi rencana aksi ini sehingga kami kawal ketat,” jelasnya.
Apalagi didapati pula file-file gambar bintang kejora dari handphone keempat mahasiwa. “Ini yang kita antsipasi jangan sampai disusupi oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab. Empat mahasiswa masih kita amankan dan dalami, dan kalau ada perkembangan, bisa kita tingkatkan status terkait proses hukumnya,”