Maret 3, 2021

Satgas Pamtas berikan bantuan genset untuk mendukung kegiatan belajar

kabarmandala.com — Prajurit TNI Satuan Tugas Pamtas RI-PNG dari Batalion Infanteri 411/PDW Pos Kaliwanggo, menyerahkan bantuan genset untuk mendukung kelancaran proses belajar mengajar kepada SMP negeri Erambu,Distrik Sota, Kabupaten Merauke di perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini.

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto dalam keterangan tertulis diterima Antara,Kamis mengatakan, pemberian bantuan genset di sekolah perbatasan dipimpin Danpos Kaliwanggo Kapten Inf Adik Sunarto yang mewakili Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 411/PDW. “Bantuan genset untuk mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar anak karena di sekolah tersebut listrik hanya menyala pada pada malam hari pukul 18.00 WIT dan padam pukul 23.00 WIT,”ujarnya. Ia mengatakan, genset yang diserahkan tersebut merupakan sumbangan dari Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih SCTV-Indosiar yang diberikan kepada Satgas Yonif MR 411/PDW Kostrad atas dedikasi dan konsistensinya dalam mendukung kemajuan pendidikan yang ada diwilayah perbatasan RI-PNG.

“Ini sebagai bentuk kepedulian kami dari TNI yang bertugas di perbatasan kepada sekolah-sekolah di daerah perbatasan yang belum dialiri listrik secara maksimal, bantuan mesin genset agar dapat digunakan saat proses belajar mengajar, sehingga tidak terkendala lagi oleh masalah penerangan listrik,”katanya. Ia mengharapkan, bantuan genset dapat bermanfaat serta menjadi semangat bagi para siswa dalam menuntut ilmu untuk meraih cita-cita dalam rangka mencerdaskan anak Indonesia yang unggul di tapal batas negara antara Indonesia dengan Papua Nugini.

Sementara itu, mewakili Kepala Sekolah SMP Negeri Erambu, Kaak Marius, S.Pd menyampaikan ucapan terimakasih kepada prajurit TNI yang bertugas di perbatasan atas perhatian dan kepeduliannya telah memberikan bantuan genset untuk mendukung kelancaran belajar mengajar siswa. “Bantuan genset ini tentunya sangat bermanfaat sekali bagi sekolah kami, karena disini jika siang listrik mati dan menjadi kendala sejak dulu, sekali lagi terimakasih banyak bapak-bapak TNI dari Pos Kaliwanggo,”ungkap guru orang asli Papua yang mengabdi mengajar di perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini