Home / Hukrim / Sebanyak 101 ruko milik anak asli Lembah Baliem juga tak luput dari pembakaran

Sebanyak 101 ruko milik anak asli Lembah Baliem juga tak luput dari pembakaran

kabarmandala.com — Kerusuhan Wamena 23 September lalu, menyisahkan duka dan kesedihan. Aggu Hubi salah satunya, wanita asli Lembah Baliem menatap sedih, 101 bangunan ruko miliknya di Pasar Wouma ikut dibakar. Siang kemarin (29/9), dia bersama keluarganya kembali datang ke puing-puing Ruko miliknya di kompeks Pasar Wouma. Tak ada yang bisa diselamatkan. Marah, kecewa dan sedih, Aggu Hubi tak bisa berbuat apa-apa.

Sebagai anak daerah, ia merasa terpukul dengan adanya kejadian seperti ini yang sama sekali tidak pernah dibayangkan, karena para perusuh yang melakukan aksi ini tidak memperhitungkan sasaran atau targetnya, ia sebagai anak asli Lembah Baliem juga menjadi korban.

“Ruko milik saya yang ada di pasar Wouma itu ada 101 buah, semuanya habis terbakar begitu saja. Tak hanya warga pendatang saja yang menjadi korban, kami anak asli daerah juga menjadi korban dari aksi ini,”ungkapnya. Sebagai perempuan asli Lembag Baliem, ia sangat menyesalkan adanya aksi anarkis yang membuat seluruh aktivitas di Wamena lumpuh. “Kami sangat sesalkan kejadian ini, karena membangun 101 ruko secara swadya ini tidaklah mudah dan butuh waktu lama, “terangnya.

Dikatakan, tanah tempat dimana ruko itu memang miliknya, namun untuk membangun ruko-ruko tersebut ia harus bekerja sama dengan salah seorang pengusaha dan juga meminjam ke Bank Papua sebesar Rp 2,5 miliar.

Dengan pinjaman itu dengan masa pulunasan selama 3 tahun, aset pembangunan ruko itu akan menjadi milik keluarganya. Usaha itu pun berhasil. Saat ini, kreditnya di bank telah lunas. Awalnya ia membangun 56 ruko, kemudian terus dikembangkan sampai menjadi 101 ruko yang saat ini semuanya telah habis terbakar, tentunya ini menjadi kerugian besar keluarganya.

“Kami mencoba melangkah memberanikan diri dengan kredit untuk membangun usaha untuk membuktikan kami orang Papua bisa bersaing dalam dunia bisnis. Kami tidak hanya jadi penonton tetapi menjadi pelaku usaha diatas negeri kami sendiri,” ungkapnya.

Kata Aggu Hubi, yang juga membuat ia terpukul usai terjadinya aksi anarkis, warga pendatang yang ada disekitar bertanya, kenapa usaha miliknya sebagai anak daerah juga dibakar? ini satu pertanyaan yang ia sendiri tidak bisa menjawabnya.

Bukan hanya dia, ada beberapa anak –anak Lembah Baliem yang memiliki usaha di daerah Wouma dan Pasar Baru juga menjadi korban. Di Pasar Wouma, ada ruko milik Jimmy Asso, Ibrahim Lokobal , Walela dan Erik Mabel, semua tempat usahanya juga terbakar. “ Di Pasar Baru ada sejumlah Ruko milik anak daerah juga yang dibakar yakni 10 Ruko milik ibu Niten Yikwa, 10 Ruko milik bapak Athos Yikwa. Semuanya ikut dibakar,”kesalnya.

Padahal, menurutnya, usaha yang mereka lakoni ini sebenarnya bisa menjadi contoh bagi anak daerah yang lainnya, namun kini semuanya telah habis terbakar dan memulainya dari awal lagi.

Aggu mengharapkan kepada pemerintah agar bisa membantu dalam merehablitasi bangunan ruko yang telah telah terbakar ini, karena sejak awal dilakukan pembangunan Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom juga membantu dengan memberikan anggaran Rp 250 juta dan Gubernur Papua Lukas Enembe bantu dengan Rp 500 juta. Tujuannya, bantuan tersebut guna memajukan anak asli daerah untuk bersaing dengan teman –teman Non Papua. Saat ini jumlah kerugian untuk bangunan saja sudah mencapai Rp 7 hingga Rp 8 Miliar.

“Kami sangat berharap pemerintah bisa membantu kami agar pasar ini bisa kembali beraktivitas dan ruko –ruko yang habis terbakar ini bisa kembali berdiri,”bebernya.

About redaksi

Check Also

Kapolda Papua : Pelaku rusuh bukan dari warga sekitar

kabarmandala.com — Kepolisian Daerah (Polda) Papua menyebutkan bahwa para pelaku kerusuhan di Wamena, Provinsi Papua, pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *