Oktober 24, 2020

Sebanyak 108 botol miras disita oleh satgas Yonif 411

kabarmandala.com — Dalam rangka menjaga keamanan dan memberikan kenyamanan perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di wilayah perbatasan, Satgas Pamtas RI-PNG dari Yonif MR 411/PDW Kostrad Pos Wamp, berhasil mengamankan tiga karton minuman beralkohol yang berisi sebanyak 108 botol saat pemeriksaan di Jalan Poros Trans Papua, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Kamis (26/12).

Dalam kegiatan tersebut, Dansatgas Pamtas RI-PNG, Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos. M.Han mengatakan, pemeriksaan rutin yang dilaksanakan oleh anggota Satgas Pamtas di Jalan Poros Trans Papua Merauke-Boven Digoel oleh Personel Satgas Pos Wamp, dipimpin langsung Danpos Wamp, Letda Inf Sunariyo berhasil mengamankan dua karton miras merk Robinson dan satu karton cap Topi Miring dalam mobil Toyota Hilux putih.

Diketahui, pemilik ratusan botol miras tersebut merupakan seorang ibu rumah tangga berinisial ME (42) warga Camp Asiki, Kabupateen Boven Digoel, bersama dengan supirnya warga Tanah Merah berinisial M (28).

“Kendaraan tersebut melaju dari arah Merauke menuju Kabupaten Boven Digoel, dimana pada saat pemeriksaan sesuai dengan prosedur yang berlaku, ditemukan tiga karton minuman keras, yang menurut pengakuan dari pemiliknya barang tersebut hendak dijual kembali di Asiki,” kata Dansatgas, Mayor Inf Rizky Aditya dalam rilis Pendam XVII/Cenderawasih  di Timika.

Dansatgas menambahkan, pengamanan minuman beralkohol ini adalah yang kesekian kalinya oleh Satgas Pamtas saat menggelar pemeriksaan di Jalan Poros Trans Papua. “Saat hari raya Natal dan menjelang Tahun Baru ini, intensitas pemeriksaan terhadap kendaraan dan orang yang melintas lebih ditingkatkan demi terus menjaga Papua khususnya Kabupaten Merauke tetap aman dan nyaman,” imbuhnya.

Setiap minuman beralkohol yang berhasil diamankan, selanjutnya disita petugas untuk memberikan efek jera kepada mereka yang masih mengedarkan minuman beralkohol tanpa izin. Selanjutnya juga akan dilaporkan ke Komando Atas dalam hal ini Kolakops Korem 174/ATW untuk kemudian diserahkan kepada pihak berwenang.