Oktober 20, 2020

Sebanyak 307 mahasiswa eksodus di Jayapura bersedia kembali ke kota study

kabarmandala.com — Upaya proses pemulangan Mahasiswa asal Papua yang melakukan eksodus dari tempat studinya di berbagai kota studi di Indonesia terus berlangsung. Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw mengaku ada kesulitan untuk mendekati mahasiswa-mahasiswa tersebut.

“Melalui tim kerja yang dipimpin Matius Murib, kini sudah sebagian mahasiswa bersedia kembali ke tempat studinya. Ada sebanyak 307 mahasiswa yang ada di Jayapura yang bersedia kembali ke kota studi mereka. Itu datanya lengkap,” ucap Kapolda kepada wartawan di Mapolda Papua, Senin (25/11).

Adapun data lengkap mahasiswa yang disebutkan Kapolda berupa nomor urut mahasiswa, nama lengkap dan tempat tanggal lahir, nomor induk mahasiswa dan asal sekolah dan alamat mahasiswa itu sendiri.

Menurutnya, mahasiswa-mahasiswa tersebut cendrung menutup diri. Hal itu dikarenakan adanya campur tangan dari pihak luar yang tidak ingin situasi keamanan di Papua kondusif. ” Mereka baru kita data karena agak sulit mendata mereka nengingat ada pihak lain yang menginterfensi dan menghambat supaya tidak pulang,” ungkapnya.

Proses pendekatan dari tim kerja tersebut mulai membuahkan hasil, Tim kerja mendekati para mahasiswa secara kekeluargaan dan mengingatkan mereka bila pendidikan yang mereka tinggalkan sangat penting untuk masa depan mereka.

“Kepentingan kita hanya satu, agar mereka (Mahasiswa-red) bisa segera kembali dan situasi kita bisa lebih kondusif lagi,” tuturnya. Para mahasiswa yang telah menyatakan bersedia kembali ke tempat studi menuntut bukti keseriusan pemerintah untuk mengembalikan mereka. “Mereka ingin yang separuh cepat dikembalikan untuk memberikan keyakinan kepada mereka bahwa pemerintah serius,” katanya.

Sebelumnya dikatakan bahwa total mahasiswa asal Papua yang memilih eksodus sekitar 3.000 orang. Dimana berasal dari berbagai kota studi di Indonesia, seperti Manado, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, dan lainnya.