Mei 11, 2021

Sebanyak 428 Miliar Dana Otsus Papua Barat Digunakan untuk Penanganan Covid-19

kabarmandala.com — Pemerintah Provinsi Papua Barat menggunakan Rp428 miliar dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk penanganan Covid-19. Dana ini diambil dari Program Prospek Pelaksanaan, Padat Karya Tunai (PKT) untuk kabupaten/kota di Papua Barat. Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan merinci dari Rp428 miliar, terdiri dari alokasi untuk kampung Rp391 milliar lebih yang diperuntukan bagi 1.742 kampung. Masing-masing kampung mendapatkan Rp225 juta.

Lalu untuk kelurahan Rp14 miliar yang dibagikan kepada 95 kelurahan. Setiap kelurahan mendapatkan Rp150 juta. “Sementara pengalokasian dana Otsus untuk distrik sebesar Rp21 miliar lebih yang diperuntukan 218 distrik, setiap distrik mendapatkan Rp100 juta,” katanya, Selasa 12 Mei 2020.

Dominggus berharap kucuran dana untuk PKT yang cukup besar harus digunakan sebaik mungkin sesuai mekanisme dan aturan, sehingga tidak terjadi penyalahgunaan anggaran dalam pencegahan corona. “Petunjuk penggunaan dana sudah jelas, sehingga jangan sampai ada penyelewenangan anggaran,” jelasnya.

Dalam upaya membantu warga terdampak corona, Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Papua Barat, dipimpin Ketua PKK PB, Ny Juliana Mandacan menyerahkan bantuan bahan makanan sebanyak 260 paket kepada Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Manokwari.

Penyerahan Bama dilakukan sebagai bentuk dukungan Penggerak PKK dalam mendukung program pemerintah di tengah pandemi Covid-19. Selain koperasi TKBM, pihaknya menyerahkan sembako kepada masyarakat yang berhak menerima di Distrik Sidey dan pantai utara (Pantura) Kabupaten Manokwari.

Juliana menyebutkan dalam penyerahan bantuan bahan makanan telah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat, sehingga pembagian sembako sesuai data dan tidak terjadi tumpang tindih dalam penyerahannya. “Sesuai petunjuk PKK pusat, setiap jajaran di provinsi maupun kabupaten/kota membantu pemerintah daerah melakukan sosialisasi pencegahan corona, termasuk membagikan sembako kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” katanya.

Juliana minta masyarakat di Papua Barat tak khawatir, tetapi percaya dan terus berdoa kepada Tuhan untuk perlindungan dari virus ini. “Termasuk mengikuti anjuran pemerintah dalam pencegahan corona,” ujarnya.