Januari 24, 2021

Sebanyak 465 prajurti TNI yang ditugaskan BKO ke Papua Barat telah ditarik kembali ke kesatuan asalnya

kabarmandala.com — Sebanyak 465 prajurit TNI Angkatan Darat Satgas BKO (bawah kendali operasi) pengamanan unjuk rasa yang berujung ricuh di wilayah Provinsi Papua Barat pada Agustus 2019, akhirnya ditarik kembali kesatuannya.

Satgas BKO TNI AD yang ditarik dari Papua Barat adalah Satgas yang melaksanakan tugas pengamanan di wilayah Sorong Raya. Ratusan personel TNI BKO tersebut telah meninggalkan Sorong menggunakan Kapal KRI Makassar 590, Rabu.

Kolonel Inf Hariyanto mewakili Danrem 181/PVT Sorong, pada pelepasan personel BKO tersebut memberikan apresiasi sebab pasukan tersebut telah melaksanakan tugas dengan baik. Kehadiran pasukan BKO semua permasalahan dapat diatasi dengan baik

Ia menyampaikan, pasukan BKO mampu melakukan tugas mulianya dengan tulus, ikhlas, dan profesional sehingga daerah aman. Waktunya kembali kesatuan dan berlatih guna tugas-tugas selanjutnya. “Atas nama Korem 181/PVT Sorong saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel BKO yang telah melaksanakan tugas dengan baik hingga 100 persen wilayah Sorong aman,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa perjalanan kembali menggunakan Kapal KRI Makassar 590 membutuhkan waktu yang lama atau berminggu-minggu dalam pelayaran di laut. Karena itu, dia berharap kepada seluruh personel BKO agar dalam perjalanan dengan kapal saling menjaga terutama menjaga kesehatan hingga tiba di kesatuan masing-masing dengan tubuh yang sehat.

“Terima kasih sudah meninggalkan kesan yang baik kepada masyarakat saat melaksanakan tugas meskipun banyak tantangan tetapi dapat dilakukan dengan baik. Semoga kebaikan ini terus ditanamkan dimanapun melakukan tugas sebagai ksatria bangsa,” tambah dia.