Mei 16, 2021

Sebanyak 8 Warga Papua Nugini Tertahan di Jayapura karena pintu perbatasan di tutup

kabarmandala.com — Delapan Warga Papua Nugini tertahan di Kota Jayapura karena ditutupnya Perbatasan Indonesia- Papua Nugini oleh Pemerintah Papua akibat pandemi Covid-19, sejak 1 Februari lalu. “Hingga saat ini 8 WNA asal PNG masih tertahan di Kota Jayapura pascapenutupan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw sejak 1 februari 2020 lalu,” kata Kepala Biro Perbatasan dan Hubungan Kerja Sama Luar Negeri Provinsi Papua, Suzanna Wanggai kepada wartawan di Jayapura, Kamis (30/4).

Suzanna memaparkan, enam warga PNG di antaranya berasal dari Provinsi Manus. Mereka baru selesai menjalani proses hukum di Jayapura karena melintasi wilayah Indonesia tanpa surat izin atau secara ilegal. Sementara dua warga PNG lainnya, sambung Suzanna, tertahan saat mengunjungi kerabatnya di Jayapura sebelum diterapkannya kebijakan Pemerintah Papua dengan menutup akses masuk keluar orang dari dan ke Papua. “Mereka ini ke Jayapura sebelum Perbatasan Negara ditutup, namun ketik akan kembali sudah diberlakukan penutupan perbatasan,” terangnya.

Pemerintah Papua telah melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Port Moresby dan Kementerian Luar Negeri PNG untuk memulangkan delapan warga ini. “Mereka sementara ini ditampung di Rumah Detensi Imigrasi Jayapura,” tuturnya. Suzanna memastikan Perbatasan RI-PNG masih ditutup hingga ada kebijakan baru dari Pemerintah Papua dalam penanganan Covid-19. Dia pun berharap Pemerintah Kabupaten maupun Kota dapat bekerjasa dengan aparat kampung untuk memantau jalan tikus di wilayah Perbatasan RI-PNG.

“PLBN yang tidak resmi atau biasa disebut jalan tikus inikan banyak, kita mohon Pemerintah Kabupaten/Kota bekerjasama dengan aparat kampung serta Satgas Pamtas supaya bisa komunikasikan dengan baik agar kita sampaikan kepada Pemerintah PNG,” katanya. Sebelumnya, Pemerintah Papua memulangkan 47 warga negara asing yang tertahan di Papua pascatutupnya akses keluar masuk wilayah dalam penanganan Covid-19. Puluhan warga asing ini berasal dari Amerika Serikat, Kanada, Korea Selatan dan Jepang