November 30, 2020

Sekelompok Massa Menghadang Mahasiswa Papua yang Hendak Kuliah ke Luar Pulau

kabarmandala.com — Mahasiswa asal Papua hendak kembali ke kota tempat mereka menempuh pendidikan. Sayangnya, rencana ini diadang oleh sekelompok orang tak bertanggung jawab. Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw, menyesalkan terjadinya penghadangan terhadap mahasiswa yang ingin kembali melanjutkan kuliahnya di berbagai kota di Indonesia. “Saya selaku kapolda dan putera asli Papua menyayangkan insiden tersebut karena akan berdampak kepada mahasiswa dan keamanan,” kata Waterpauw di Jayapura, Selasa (14/1).

Mantan kapolda Sumut itu berharap tidak ada lagi pengadangan kepada mahasiswa yang ingin kembali melanjutkan studinya . Para mahasiswa ini kembali ke Jayapura dan kota lainnya di Papua lantaran ikut melakukan eksodus setelah kasus membuang bendera merah-putih di selokan oleh mahasiswa asal Papua lalu diikuti rasialis terhadap mahasiswa asal Papua di Surabaya dan Malang.

“Jangan menghalangi mahasiswa yang ingin kembali melanjutkan pendidikannya. Ini mengingat akibat eksodus yang dilakukannya menyebabkan kuliah mereka terhambat,” paparnya. Paulus mengindikasikan, bahwa mahasiswa yang menghalangi rekan-rekannya adalah mahasiswa yang sudah “drop out” (DO). Mereka berupaya mengajak rekan lainnya agar tidak kembali melanjutkan kuliahnya dengan berbagai alasan.

Paulus menambahkan akan menindak tegas kelompok yang menghalangi pemulangan mahasiswa ke tempat studinya. Ia memprediksi pemulangan ribuan mahasiswa asal Papua itu dapat menimbulkan masalah kamtibmas bila tidak segera ditangani serius.

Ia berharap semua pihak mau bekerja sama karena bila tidak ditangani serius dapat menjadi masalah di kemudian hari. Paulus juga meminta agar tim yang sudah dibentuk bekerja dengan sungguh-sungguh demi masa depan pemuda Papua. Pemulangan mahasiswa nantinya akan dikawal hingga ke bandara suaya tidak terjadi insiden yang tidak diharapkan.

“Mari seluruh tim kerja bekerja sama dengan sungguh-sungguh agar para mahasiswa dapat kembali menyelesaikan pendidikannya yang sempat tertunda,” ujar Paulus . Pengadangan dialami mahasiswa yang hendak kembali ke berbagai kota studinya pada Sabtu (11/1) hingga menyebabkan 11 mahasiswa gagal berangkat.