Home / Artikel / Selama ini sudah sekitar 279 pengungsi yang kembali ke Wamena dari jayapura

Selama ini sudah sekitar 279 pengungsi yang kembali ke Wamena dari jayapura

kabarmandala.com — Sejumlah pengungsi Wamena saat menuju pesawat Hercules yang akan membawa mereka ke Wamena, melalui Base OPS Lanud Silas Papare, Sabtu (13/10).SENTANI- Komandan Lanud (Danlanud) Silas Papare, Marsekal TNI, Tri Bowo Budi Santoso, mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus membuka posko, untuk mengangkut para pengungsi yang akan kembali ke Wamena.

“Untuk pengungsi yang ingin kembali ke Wamena, silakan mendaftarkan diri,” ungkapnya kepada wartawan di Base OPS Lanud Silas Papare, Sabtu (12/10).Menurut Tri Bowo, apabila ada para pengungsi yang ingin kembali ke Wamena, agar mendaftarkan diri di Posko Lanud Silas Papare, sehingga nantinya dijadwalkan, untuk diberangkatkan menggunakan pesawat Hercules ke Wamena.

Tri Bowo menyampaikan bahwa masih ada satu pesawat Herculus yang disiapkan TNI AU, untuk melayani pengungsi yang kembali ke Wamena.Sementara itu sebanyak kurang lebih 176 pengungsi yang sudah beberapa minggu eksodus ke Jayapura, akhirnya kembali lagi ke Wamena menggunakan pesawat Hercules dari Lanud Silas Papare, Sabtu (13/10).

Pengungsi ini diangkut dua kali sorty atau flight. Sorty pertama sebanyak 96 orang dan sorty kedua mengangkut 71 orang kembali ke Lembah Baliem Kabupaten Jayawijaya.Tri Bowo Budi Santoso menjelaskan bahwa pihaknya terus mengangkut para pengungsi yang berada di berbagai posko yang ingin pulang ke Wamena menggunakan pesawat Hercules yang telah disediakan oleh TNI AU.“Ada sebanyak 176 orang pengungsi yang kita berangkatkan lagi dari Jayapura kembali ke Wamena menggunakan Pesawat Hercules,” jelasnya.

Para pengungsi yang diberangkatkan ini kebanyakan anak-anak. Mereka kembali ke Wamena, untuk melanjutkan sekolah.Tri Bowo menyatakan bahwa para pengungsi yang diberangkatkan ini adalah mereka yang mempunyai kesadaran sendiri, untuk kembali ke Wamena, untuk melaksanakan aktivitas seperti biasa di Wamena Kabupaten Jayawijaya.

“Kita berharap rekan-rekan media, untuk terus memberikan informasi kepada para pengungsi yang akan kembali ke Wamena,” pungkasnya.Detasemen TNI AU Wamena memastikan jika jumlah pengunsi dari Jayapura yang sudah kembali ke Wamena sebanyak 279 orang yang terhitung sejak Rabu (9/10) lalu hingga Sabtu (12/10) dengan menggunakan pesawat Hercules.

Kepala Datasemen Jayawijaya TNI AU, Mayor Pnb Arief Sudjatmiko mengatakan, Sabtu (12/10) pesawat herkules kembali membawa 104 pengungsi dari Jayapura. Dengan komposisi 35 anak dan 69 dewasa. Sebagian besar pengungsi yang kembali ini adalah warga Toraja.

“Total yang diangkut sejak Rabu hingga saat ini 279 orang. Mayoritas warga dari Batak dan Toraja. Selanjutnya kami akan siap baik Datasemen TNI-AU Jayapura maupun Datasemen TNI-AU Jayawijaya untuk mengangkut pengungsi jika masih ada yang ingin kembali ke Kota Wamena ini,” ungkapnya, Sabtu (12/10).

Untuk warga yang keluar dari Wamena menurut Arief, sejak Rabu kemarin sudah tidak ada. Namun, Sabtu kemarin ada 26 orang ASN yang hendak tugas keluar daerah. Mereka yang sudah kembali ini ada yang kembali ke rumahnya masing-masing namun ada juga yang memilih bertahan sementara di Gedung Tongkonan Wamena, lantaran rumahnya habis terbakar.

“Kita upayakan bagi pengungsi yang ingin kembali kami akan tetap fasilitasi dengan penerbangan Hercfules dari Jayapura ke Wamena.”katanya.Salah satu pengungsi yang kesehariannya bekerja sebagai sopir Rumbe Lamba mengatakan dirinya kembali ke Wamena karenakan kondisi Wamena sudah aman. Walaupun rumahnya hangus terbakar, namun ia masih tetap memilih kembali karena pemerintah ingin membangun kembali rumahnya yang terbakar.

“Saya punya rumah sudah terbakar. Harapan saya pemerintah bisa membantu agar keluarga saya bisa kembali ke Wamena juga anak saya bisa lanjut sekolah di Wamena,” pintanya.Ia berharap Pemkab Jayawijaya, aparat TNI-Polri agar menjaga dan menjamin keamanan masyarakat di Wamena. Besar harapannya agar tidak ada keributan dan kejadian kemarin tidak terulangi lagi selama-lamanya.

Secara terpisah Ferdi yang mengungsi di Tongkonan mengatakan sejak dirinya tiba di Wamena dan sementara bertahan di tempat pengungsian, pemerintah dan TNI-Polri memberikan bantuan berupa tikar untuk tidur. Selain itu bantuan beras, supermie dan sayur untuk makan bersama di tempat ini.“Saya berani datang ke Wamena karena sudahada jaminan keamanan. Namun harapan saya agar semua titik rawan dijaga oleh aparat. Karena di tempat tersebut masih ada warga yang mabuk,” pungkasnya.

About Topan Mostav

Check Also

Numbay Kreatif Festival NCF 2019 sudah mencapai 80% persiapan

kabarmandala.com — Ketua Jaringan Komunitas Kreatif Numbay (J-KON) Muhamad Ilham M. Murda ST.M.Sn, melihat kerja kerasnya …