Oktober 28, 2020

Selama ini telah ada 4 kampung kosong karena teror KKSB OPM

kabarmandala.com — Pasca dievakuasinya ribuan warga Distrik Tembagapura sejak Jumat (6/3/2020) sore sekitar pukul 16.30 WIT hingga Minggu (8/3/2020) sekitar pukul 23.00 WIT, saat ini empat kampung diantaranya Banti, Kimbeli, Utikini dan Opitawak dinyatakan kosong oleh Pemkab Mimika bersama TNI-Polri. Gerak cepat evakuasi warga dari ancaman Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) itu, kata Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, merupakan bentuk tanggung jawab Pemerintah dan TNI-Polri untuk memberikan rasa aman dan nyaman.

“Saya istilahkan di sana (Tembagapura –red) bagaikan awan hitam, kabut tebal dan angin kencang. Disitu ada kedukaan oleh masyarakat akibat ulah mereka (KKSB) yang menggunakan senjata. Itulah sebabnya tadi saya meminta doa dan dukungan warga untuk bisa mengusir awan hitam itu. Kita akan kejar mereka terus,” ujarnya saat ditemui disela-sela proses evakuasi gelombang ketiga di Gereja Rebohot Jalan Agimuga Mile 32, Senin (9/3/2020) dini hari.

Diakui Kapolda, aksi kontak-tembak KKSB dengan TNI-Polri hingga saat ini masih terjadi meski intensitasnya menurun sejak penembakan terhadap mobil patroli dan penyerangan Mapolsek Tembagapura pada Senin (2/3/2020) lalu. “Bunyi tembakan terus ada di beberapa pos dan kita pertebal. Kita minta doa dan ijin sehingga kita bisa menangkap mereka. Masyarakat kita pergi dari tempat tinggal mereka karena ketakutan ada kelompok yang mengganggu mereka dan mereka punya pengalaman beberapa tahun lalu. Terutama kaum perempuan dan anak-anak yang mengalami kekerasan,” jelas Kapolda.

Sebelumnya diketahui, akibat ancaman KKSB terhadap warga, ribuan masyarakat dievakuasi ke seputaran Kota Timika. Gelombang pertama sejak Jumat (6/3/2020) sekitar 258 warga dari empat kampung di Distrik Tembagapura yaitu Kimbeli, Opitawak, Banti 2 dan Banti 1, Sabtu (7/3/2020) sebanyak 699 dan Minggu (8/3/2020) sebanyak 612 warga.