April 20, 2021

Seleksi Cata PK TNI AD Manokwari Harus Dilaksanakan dengan Baik

kabarmandala.com — Sebanyak 334 Calon Tamtama (Cata) Prajurit Karier (PK) TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran (TA) 2020 Panitia Daerah (Panda) Manokwari mengikuti Sidang Parade yang merupakan tahap akhir dari Seleksi tingkat daerah sebelum mengikuti tahap selanjutnya pada tingkat Pusat di Aula Makodam XVIII/Kasuari, Arfai 1, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Rabu (29/4/2020).

Mengawali sidang tersebut, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau, mengungkapkan bahwa penekanan kepada panitia yang hadir bahwa Seleksi kali dilaksanakan dalam kondisi yang tidak biasa, sehingga dari segi waktu ada sedikit perubahan, begitu juga dengan hasil Seleksi.

“Tetapi ini adalah perintah yang harus kita lakukan. Saya minta, walaupun seperti ini, proses Seleksi harus kita lakukan dengan baik dan ini menyangkut hasil yang nanti akan kita rasakan sendiri. Karena nantinya, anggota ini selesai pendidikan akan kembali ke kita dan kita juga yang akan menggunakan mereka,” ungkap dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (29/4/2020).

Beberapa evaluasi yang harus diperhatikan dalam Seleksi ini, Joppye menyebutkan, pertama adalah ketelitian di dalam proses Seleksi itu sendiri. Menurut Joppye, dalam beberapa kegiatan yang sudah dilakukan pada waktu lalu atau proses Seleksi sebelumnya, terdapat beberapa hal yang menurutnya harus benar-benar diperhatikan oleh panitia, terutama persyaratan Administrasi, yang sudah jelas ketentuannya.

“Ketentuan Administrasi itu harus diteliti. Panitia harus betul-betul memperhatikan hal tersebut. Mengapa kita harus utamakan orang lokal (putra asli daerah Papua), karena hal itu merupakan perintah Kasad. Jadi kita tidak melihat ini karena adiknya anggota atau anaknya. Itu sudah ada ketentuannya. Hal ini menyangkut dengan kelangsungan TNI AD, bukan TNI orang-perorang. Ini yang perlu diperhatikan. Jangan ada manipulasi-manipulasi Administrasi,” ujarnya.

Oleh karena itu, Joppye mengatakan, dalam Seleksi agar diupayakan untuk mengutamakan putra asli daerah Papua. “Jadi kita ambil yang lokal dulu, kemudian untuk kekurangannya baru kita ambil pendatang. Untuk kali ini cukup banyak putra asli daerah Papua, jadi kita utamakan mereka,” katanya.

“Namun demikian, kita tetap memperhatikan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi, supaya hasil yang kita dapatkan ini bisa sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Komando Atas, untuk kelangsungan keberadaan Prajurit TNI Angkatan Darat,” ungkap Joppye menambahkan. Dalam Sidang Parade tersebut, Pangdam XVIII/Kasuari didampingi unsur panitia lainnya, seperti Kasdam, Danrindam, Aspers, Kaajendam, Kakesdam, Kajasdam, Irutben Itdam dan Waasintel Kasdam XVIII/Kasuari.