Oktober 24, 2020

Selundupkan Ganja ke Jayapura, Tiga Warga Papua Nugini Diamankan Polisi

Kabarmandala.com – Sebanyak tiga warga negara Papua Nugini diamankan aparat kepolisian lantaran kedapatan melakukan transaksi jual beli narkotika di Kota Jayapura, Papua.

Ketiga pelaku berinisial RO (41), RM (22) dan TY (25) diamankan di depan lapangan SPN Jayapura, Dok IX, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Kamis (28/2/2019).

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, penangkapan dilakukan sekitar 08.30 WIt oleh personil Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua.

Penangkapan dilakukan setelah petugas mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada tiga orang laki-laki warga negara Papua Nugini menggunakan mobil akan melakukan transaksi Jual beli ganja di wilayah Dok 9 kali.

“Menindaklanjuti informasi tersebut, tim langsung menuju daerah dok 9 kali, untuk melakukan penyelidikan dan pemantauan.

Kemudian pada pukul 22.30 WIT, tim bergeser ke Deplat depan lapangan SPN Jayapura melihat mobil yang digunakan para pelaku, tim langsung memberhentikan mobil tersebut dan melakukan penangkapan dan pemeriksaan terhadap tiga orang pelaku,” katanya, Kamis.

Dari tangan para pelaku diamankan barang bukti berupa ganja yang disimpan di dalam sebuah karung beras ukuran 10 kilogram, 2 karung beras ukuran 5 kilogram, 4 bungkus plastik bening besar dan 2 karton ukuran besar, serta 1 tas renjani.

Kamal menuturkan dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui bahwa masih ada barang bukti ganja yang disimpan di Dok 9 kali. Pukul 23.30 Wit, petugas langsung berkoordinasi dengan anggota piket Polsek Jayapura Utara untuk menuju rumah yang berada di Dok 9 kali.

“Setelah tim sampai di rumah tersebut tim mendapatkan satu tas renjani ukuran besar yang di simpan dalam kamar terdapat narkotika jenis ganja diisi dalam dua buah Karton berukuran besar.

Selanjutnya ketiga pelaku dan barang bukti dibawa ke kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda papua untuk proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.

Ketiga pelaku telah ditetapkan tersangka dan dijerat dengan pasal 111 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun penjara.