Oktober 28, 2020

Sembilan rekomendasi KNPI akan disampaikan kepada presiden terkait rasisme

 

kaabarmandala.com — Ketua DPD KNPI Papua Barat, Sius Dowansiba mengatakan, dalam Dialog Harmonis Kebangsaan bersama intelektual muda serta Organisasi Kepemudaan, dihasilkan 10 poin rekomendasi.

Pertama : Mengutuk keras perbuatan rasialisme yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab kepada seluruh rakyat Papua

Kedua : Meminta kepada Kepala Kepolisian RI agar dapat menegakkan undang-undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis secara tegas dan transparan

Ketiga : Jaminan keamanan kepada Presiden RI, Joko Widodo, bagi seluruh mahasiswa dan masyarakat Papua yang berada di seluruh kota pelajar di seluruh Indonesia.

Keempat : Meminta kepada Gubernur Papua dan Papua Barat, bersama Bupati/Walikota di Provinsi Papua dan Papua Barat, agar dapat menjamin keamanan kepada seluruh saudara-saudara nusantara yang berada di seluruh tanah Papua.

Kelima : Kepada Presiden Republik Indonesia agar menarik kembali pasukan keamanan yang ditugaskan dalam pengamanan aksi spontanitas di seluruh tanah Papua.

Keenam : Meminta kepada Presiden Republik Indonesia, agar anak-anak Papua yang ditahan oleh pihak Polda Papua Barat dan Polres Manokwari segera dibebaskan.

Ketujuh : Meminta kepada pihak keamanan agar mengusut tuntas pelaku pembakaran bendera merah putih di depan Pertamina Sanggeng Manokwari, Papua Barat.

Kedelapan : Meminta kepada pemerintah pusat agar dapat menetapkan organisasi kemasyarakatan yang ilegal di seluruh Indonesia

Kesembilan : Meminta kepada Gubernur Jawa Timur dan Walikota Malang, untuk meminta maaf kepada seluruh masyarakat Papua di tanah Papua

Kesepuluh : Segala kerusakan yang diakibatkan oleh aksi spontanitas ditanggung atau dibangun kembali oleh pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Pusat.

“Rekomendasi ini akan kami sampaikan ke Presiden RI dan Kapolri,” tandas Sius. Sementara Ketua Umum KNPI, Haris Pratama mengatakan Kedatangannya ke Papua Barat, dalam rangka membangun kebersamaan bersama para pemuda Papua Barat agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan. “Kedatangan saya ini juga bersama KNPI Jawa Timur (Jatim), dengan maksud untuk merekatkan kembali hubungan pemuda Papua dan Jatim,” ucapnya.

“Dan Kami secara tegas mengutuk tindakan rasialisme dan meminta Panglima TNI dan Kapolri, dapat menindak oknum pelaku yang terlibat,” tutupnya. Sementara, Karetaker Ketua KNPI Jatim, mewakili pemuda Jatim mengucapkan permohonan maaf atas persoalan ini. “Ucapan yang mengandung rasis bukan murni dilakukan seluruh masyarakat Jatim tetapi itu ulah oknum. Peristiwa ini juga akan menjadi bahan evaluasi kami untuk berbenah dalam setiap perilaku kehidupan kedepannya,” tukasnya. Dia juga akan mendorong agar Pemda Jatim, dapat membangun komunikasi aktif kepada mahasiswa Papua.