Oktober 22, 2020

Setelah mendapat remisi dihari kemerdekaan,Jongkiy Fredo Nauw dan Tandi Kogoya Hirup Udara Bebas

 

kabarmandala.com — Jongkiy Fredo Nauw dan Tandi Kogoya boleh menghirup udara bebas pada momen HUT RI ke 74 pada Sabtu 17 Agustus 2019, keduanya mendapat remisi bebas dari Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Nama keduanya diumumkan di hadapan ratusan Napi lainnya di halaman Lapas Timika usai perayaan HUT RI ke 74 di Lapangan Upacara Pusat Pemerintahan SP 3. Penyerahan remisi kali ini oleh Yohanis Bassang Wakil Bupati Mimika didampingi Marojahan Doloksaribu Kalapas Kelas II B Timika.

Yohanis Bassang dalam sambutan mengungkapkan kehadirannya di Lapas ketika bertemu saudara-saudara yang mengalami suatu pergumulan hidup karena persoalan tertentu sangat merasa prihatin. “Saya sebagaimana manusia yang mempunyai hati dan sebagai pimpinan daerah saya turut prihatin. Dan semoga dengan adanya remisi ini kalian bisa melakukan pekerjaan yang lebih baik lagi ke depannya,” pesannya. Ia mengatakan momen memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 74 tahun adalah momen spesial bagi seluruh Bangsa Indonesia. Dan bagi semua yang ada di sini harus bisa menjadikan ini suatu pembelajaran berharga bagi masa depan yang indah.

“Kita harus merenungi kesalahan yang telah kita lihat. Dan harus lebih baik terhadap petugas, karena itu adalah salah satu pertimbangan petugas untuk memberikan pengurangan hukuman,” ujarnya. Sebagai manusia ujarnya, tentu tidak ada satupun yang tidak terlepas dari keterbatasan. Untuk itu, kalau bukan semangat dari diri sendiri tentunya masa depan tidak bisa diraih. “Untuk itu saya mengajak saudara-saudara sekalian untuk bisa berubah dan merenungi apa yang akan kalian lakukan setelah bebas. Banyak orang besar yang pernah masuk penjara, tetapi dengan adanya semangat yang luar biasa, dia bisa membuat dirinya menjadi orang besar. Saya pun ingin demikian kepada kalian semua,” katanya memotivasi.

Sementara bagi saudara yang telah mendapatkan bebas Bassang berharap untuk tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum tetapi harus lebih menjalani pekerjaan yang Tuhan harapkan. “Saya harap dengan adanya remisi yang diberikan pada saat HUT RI ini menjadikan pelajaran berharga bagi saudara semua sehingga kehidupannya akan lebih baik,” harapnya. Sementara Marojahan Doloksaribu Kalapas Kelas II B Timika menyebutkan dari 315 warga binaannya ada 111 yang diusulkan mendapatkan remisi. Hal tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor: PAS-964.984.PK.01.01.02 – Tahun 2019 Tentang Pemberian Remisi Umum (RU) Tahun 2019 kepada Narapidana Terkait Pasal 34 Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012.

“Jadi warga binaan Lapas Timika yang awalnya mendapatkan remisi berjumlah sebanyak seratus sebelas orang dan semuanya disetujui serta ada juga yang langsung bebas  dua orang yaitu Jongkiy Fredo Nauw dan Tandi Kogoya,” ujarnya. Pertimbangan utamanya agar warga binaan ini mendapat remisi atau pengurangan masa tahanan adalah yang jelas harus berkelakuan baik, itu seperti tidak melanggar aturan dan tata tertib di Lapas II B Timika. “Saya harap dengan adanya remisi ini dapat meningkatkan semangat lagi bagi warga binaan lainnya sehingga masa depannya akan lebih baik lagi,” katanya.

Sedangkan Yongki Fred Nauw menuturkan dirinya di tahan selama setahun enam bulan di Lapas Timika. Yongki sebenarnya korban tetapi dianggap sebagai tersangka atas kasus curanmor yang tidak pernah dilakukannya. “Saya tidak pernah melakukan pencurian tetapi memang pada saat itu saya mengalami nasib sial,” katanya. Ia mengisahkan pada saat itu dirinya meminjam motor temannya. Ia tidak tahu bahwa motor itu adalah motor hasil curian. Pada saat ia menggunakan polisi lihat langsung tahan kemudian membawa motor tersebut bersamanya untuk diproses hukum. “Itu semua sudah berlalu dan saya akan menjadikannya pembelajaran bagi hidup saya. Dan setelah saya keluar, maka saya akan kembali perhatikan usaha kos-kosan saya yang berada di Jalan Hasanuddin,” tutupnya.