Oktober 23, 2020

Sidang terdakwa kerusuhan di Papua tetap di Kalimantan, dengan ancaman hukuman seumur hidup

kabarmandala.com — Kejaksaan Tinggi Papua memastikan tujuh tahanan politik (tapol) yang terjerat kasus dugaan makar dalam kerusuhan di Jayapura akhir Agustus 2019 lalu, akan diadili di Kalimantan Timur. Mereka pun terancam hukuman mati.

“Sidang tujuh tapol tetap di Kalimantan. Mereka dijerat Pasal 160 KUHP, sama Pasal 106 KUHP tentang makar, ancamannya maksimal hukuman mati dan minimal hukuman 15 tahun penjara,” kata Kajati Papua, Nikolaus Kondomo , Kamis (16/1).

Menurut Kondomo, sidang ketujuh tapol dilaksanakan di luar Papua karena faktor keamanan. Namun tidak menutup kemungkinan, para tahanan akan dikembalikan ke Papua setelah mendapat putusan dari Pengadilan setempat. “Alasan keamanan, mungkin setelah putusan akan dikembalikan ke sini (Jayapura),” tuturnya.

Kondomo pun memastikan, kondisi para tahanan politik dalam keadaan baik-baik saja. Dia mengklaim koordinasi antara Kejati Papua bersama Pengadilan Negeri Balikpapan terus berjalan baik. “Mereka (Tapol) baik-baik saja, kami selalu koordinasi, ada teman kita juga di sana, bilamana mereka sakit bisa disampaikan kepada pengadilan untuk mengobati mereka. Namun selama ini kami dengar baik-baik saja,” kata Kondomo.

Rencananya, ketujuh tapol akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Balikpapan untuk disidangkan, pada pekan depan. “Minggu depan kita limpahkan ke Pengadilan untuk sidang, intinya itu,” imbuh Kondomo. Sebelumnya, Polda Papua mengalihkan penahanan tujuh tersangka dugaan makar ke Rumah Tahanan Polda Kalimantan Timur. Pengalihan penahanan berdasarkan surat dari Direktur Reskrimum Polda Papua Nomor: B/815/X/RES.1.24/2019, 4 Oktober 2019.

Ketujuh tersangka yakni, Fery Kombo, Alexander Gobay, Hengki Hilapok, Irwanus Uropmabin, Stevanus Itlay alias Steven Itlay, Agus Kossay dan Buchtar Tabuni. Diketahui Bucthar Tabuni merupakan Wakil Ketua II United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), sedangkan Agus Kossay merupakan Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB).