Maret 7, 2021

Sikap Pemda Tolikara yang Belum Melakukan Langkah Atasi Covid19 menjadi pertanyaan DPRD

kabarmandala.com — Ketua DPRD Kabupaten Tolikara Sonny Wanimbo SIP  Meminta kepada Bupati di wilayah itu untuk segerah membentuk tim dan mengangarkan dana untuk mengatasi dan mengendalikan penyebaran Covid – 19. “Kabupaten Tolikara untuk menangani virus corona ini, pimpinan daerah sampai saat ini terkesan lipat tangan dan bagi kami ini sangat parah,” kata Sonny saat di Jayapura, Rabu, (8/4)

Kata Sonny, usai kongres Demokrat di Jakarta bupati sudah kembali ke Tolikara, tapi sampai kasus covid menyebar tidak ada pergerakan yang dilakukan pemerintah Tolikara untuk mengatasi bahaya penyibaran covid – 19 di wilayah itu.”Sampai saat ini dari Pemerintah tidak ada tindakan,” katanya.

Ia mengatakan, kota dan kabupatebn lain telah menganggarkan dana,  membentuk tim satgas dan bergerak melakukan sosialisasi tentang bahaya corona serta membatasi akses  keluar masuk, tetapi Kabupaten Tolikara belum melakukan hal ini. yang terlihat hanya dilakukan oleh KNPI dengan perlengkapan seadanya.

“Memang ada wakil bupati bergerak dengan KNPI dan PMI di kabupaten, tetapi kewenangannya masih  terbatas dari sisi keuangan sehingga mereka bergerak dengan kewenangan terbatas tanpa ada bantuan sembako, peralatan medis, masker, hand sanitizer dan berbagai perlengkapan lainnya untuk mencegah covid- 19, karena sampai saat ini Pemerintah belum sediakan anggaran,” katanya.

Bahkan sebagai ketua DPR yang baru terpilih ia mengatakan dirinya belum memiliki kewenangan secara  definif sehingga dirinya masih terbatas bergerak, maka ia pun mengaku heran dengan sikap kepala daerah yang belum melakukan respon cepat dalam mengatasi persoalan ini.

” Tidak ada yang tangani sampai detik ini, sampai saat ini tidak ada yang dilakukan. Yang ada hanya  Satgas KNPI bersama aparat keamanan, dan PMI dan Wakil Bupati  tetapi disisi anggaran belum diturunkan untuk kebijakan, sehingga tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya. Selain itu, Wanimbo mewakili masyarakat dirinya memberikan apresiasi kepada KNPI dan PMI yang memiliki inisiatif untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat tanpa ada anggaran.

“Mereka bentuk tim dari inisiatif dan ke rumah-rumah pakai motor berdiskusi dan menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat dengan bahasa daerah, sementara bagi masker dan alat pencuci tangan mereka tidak membagikan karena tidak ada disediakan pemerintah,” Katanya. Untuk itu, Wanimno meminta kepada Bupati untuk membuka diri dan segera memberikan bantuan kepada tim gugus tugas penanganan Covid – 19.

“Harus keluarkan anggaran untuk menangani kasus ini, kasus ini Jangan dianggap main-main atau sepele karena ini ini persoalan serius dan dia menjangkit orang tidak hanya di satu kabupaten atau provinsi ini di seluruh dunia melakukan antisipasi yang luar biasa, sementara kehidupan orang Papua di wilayah gunung memiliki kehidupan sosial yang sangat tinggi maka  saya mohon Pak Bupati harus membentuk tim dari pemerintah,” katanya.

Sementara itu di tempat terpisah Wakil Bupati Kabupaten Tolikara Dinus Wanimbo mengatakan bahwa meski sedikit terlambat dalam penanganan konflik namun pemerintah telah membentuk tim Satgas dan telah melakukan pembahasan anggaran untuk penanganan Covid – 19.

“Tolikara sudah bentuk tim covit 19 yang diketuai oleh Pak Bupati sendiri dan Saya sendiri sebagai wakil kepala daerah sebagai wakil ketua 1 dan Kapolres wakil ketua II, dan semua proses pencegahan dan langkah-langkah suda kami lakukan, dan angaran sementara ini sudah dibahas oleh pak bupati dan teman-teman dalam waktu dekat kami akan laksanakn penyiapan peralatan medis dan sembako dalam waktu dekat kami akan adakan semua,” katanya melalui sambungan telepon selulernya.

Sementara untuk akses jalan sendiri ia mengatakan sementara pemerintah lakukan pembatasan sosial dari jam 8 – jam 4 sore, dan penumpang dibatasi dari tolikara ke Wamena dan Wamena tolikara. “Tidak ada lagi masyarakat yang ke tolikara atau wemena dan untuk jam 8 pagi sampai jam 4 sore hanya untuk distribusi logistik kebutuhan pembangunan dan sembako,” katanya. Sementara untuk langkah-langkah konkrit dalam pencegahan ia mengatakan saat ini pemda sedang melakukan pembukaan posko tengah kota dan melakukan sosialisasi.