Mei 11, 2021

Stok Masker Makin Langka, Polisi Beri ingatkan, Tak Ada Ampun Bagi Penimbun

kabarmandalaa.com — Polisi memastikan akan menindak tegas oknum-oknum yang ingin mengambil keuntungan dari penyebaran virus corona atau (Covid-19). Termasuk pihak yang sengaja melakukan penimbunan masker, membuat harga masker meroket karena banyak diburu masyarakat.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus di Polda Metro Jaya mengungkapkan, kelangkaan masker di pasaran diduga karena ada pihak yang melakukan penimbunan. “Mereka menimbun untuk cari keuntungan dengan kurangnya masker di pasaran. Akibatnya harga masker bisa naik hingga lebih dari 100 persen dari harga Rp20 ribu jadi Rp500 ribu. Ini sudah suatu tindak kejahatan untuk menguntungkan diri sendiri, kita akan tindak,” kata Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Senin (2/3/2020).

Yusri menegaskan, praktik penimbunan untuk mencari keuntungan termasuk bentuk tindak pidana yang diatur dalam Undang-Undang tentang Perlindungan Konsumen. “Itu permainan para pelaku yang mencari keuntungan, ini sama seperti sembako. Seperti bawang putih yang mendadak hilang, nanti muncul harga naik,” ujarnya.

Yang sehat tidak perlu masker

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto meminta masyarakat tidak terlalu panik terkait masuknya virus corona atau Covid19.Hal ini mengomentari banyaknya masyarakat yang berburu masker. Terawan mengungkapkan, masyarakat yang sehat sebenarnya tidak perlu mengenakan masker.

“Yang sakit yang pakai (masker), yang sehat tidak (usah) pakai dulu,” ujar Terawan saat menggelar jumpa pers di Kemenkes, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2020). “Karena kalau harga dan sebagainya, kelangkaan dan sebagainya, itu pasar memang begitu. Semakin kamu cari, semakin langka, semakin kamu beli semakin mahal,” Terawan menambahkan.

Terawan memastikan, stok masker di rumah sakit masih banyak. Menurut Terawan, jika masyarakat menunjukan tanda-tanda kesehatan yang melemah, sebaiknya segera pergi ke rumah sakit. “Nanti di rumah sakit juga diberi masker. Tapi kalau sakit, kalau tidak, ya untuk apa pakai masker. Masker itu haknya orang yang sakit,” kata Terawan.

Pembeli masker membludak

Di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, kemarin ramai didatangi orang yang hendak membeli masker jenis N-95 dan 3 PLY, menyusul pengumuman resmi pemerintah atas dua orang terjangkit corona. “Khawatir tertular saja sih, karena kan di kantor banyak orang, banyak tamu juga. Jadi teman-teman kantor pas tahu kalau saya mau beli masker, pada nitip juga,” ungkap Rena (32) seorang pembeli masker di lokasi, Senin (2/3/2020).

Rena menyatakan stok masker N-95 kini tak bisa lagi ditemukan di penjual mana pun. Oleh sebab itu, ia memutuskan untuk membeli masker umum bertipe 3 PLY. Masker 3 PLY yang kini banyak diburu masyarakat pun harganya melonjak cukuo drastis, mulai dari Rp 80.000 per boks, mejadi Rp 300.000 per boks. “Kalau yang N-95 sudah enggak ada yang jual, tadi saya keliling juga enggak nemu. Jadi beli masker yang biasa saja,” tuturnya.