Oktober 30, 2020

Suryaanta Cs Aktivis Makar Papua Hadapi Ancaman Seumur Hidup Penjara, Hakim Tolak Eksepsi

Kabarmandala.comDalam kasus ini, enam orang itu didakwa melakukan perbuatan makar. Mereka disebut menuntut kemerdekaan Papua saat demo di depan Istana Negara dan Mabes TNI AD dengan melakukan pengibaran bendera kejora.

Atas perbuatannya, keenam terdakwa dinilai melanggar Pasal 106 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 110 ayat (1) KUHP. Ancaman pidana akibat makar ialah seumur hidup atau maksimal 20 tahun.

Majelis hakim menolak eksepsi yang diajukan enam terdakwa kasus dugaan makar dengan pengibaran bendera bintang kejora.

Enam terdakwa itu ialah Paulus Suryanta Ginting, Charles Kossay, Ambrosius Mulait, Isay Wenda, Dano Anes Tabuni, dan Arina Elopere alias Wenebita Gwijangge.
Mereka mengajukan eksepsi melalui kuasa hukumnya. Sidang putusan eksepsi bergantian dibacakan hakim.
“Menolak eksepsi penasihat hukum [para] terdakwa,” ujar Ketua Majelis Hakim saat membacakan amar putusan sela di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (27/1).
Hakim menilai surat dakwaan jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat telah sesuai aturan hukum. Selain itu, menurut hakim, eksepsi yang diajukan oleh penasihat hukum sudah masuk pokok perkara.
“Majelis hakim berpendapat tidak dapat diterima, karena tidak masuk ruang lingkup eksepsi,” kata hakim.
Hakim memerintahkan agar jaksa melanjutkan sidang dengan pemeriksaan saksi-saksi yang akan dihadirkan.
“Memerintahkan agar jaksa penuntut umum melanjutkan persidangan,” imbuh hakim.
Menanggapi putusan tersebut, salah seorang kuasa hukum terdakwa meminta jaksa memberi tahu nama saksi-saksi yang akan dihadirkan dalam persidangan, sebelum sidang dilaksanakan.
Jaksa menyanggupi permintaan kuasa hukum tersebut.