Oktober 20, 2020

Tanah yang akan dibangun Korem 172 tinggal proses pelepasan dan pembayaran

kabarmandala.com — Markas Korem 172/PWY nampaknya bakal segera terwujud pembangunannya di Kabupaten Keerom. hal ini menyusul telah dilakukannya Acara Pelepasan dan pembayaran Tanah Adat Untuk Pembangunan Makorem 172/PWY yang dilaksanakan di Arso VI, belum lama ini (16/1/20).

Acara ini dihadiri oleh Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM, Aster Kasdam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Moch. Andi P, Dandim 1701/Jayapura, Kolonel Inf Jerry Harapan Tua Simatupang, Kapolres Keerom, AKBP Baktiar Joko Mujiono, SIK, MM. Danramil 1701-04/Arso, Mayor Chk (K) Yuliana Rosalio Yoku. Ketua Komisi C DPRD Keerom, Bonefasius Moenda sekaligus sebagai Ketua LMA Keerom, Ketua DAK Keerom, Servosius Tuamis dan tamu undangan lainnya.

Sementara dari pihak Pemilik hak Ulayat, hadir para ketua keret dari 4 keret yang ada. Yaitu Fransiscus Tafior (Ketua Keret Tafor), Demitrianus Kyawot (Ketua Keret Kyawot), Bernadus Giryar ( Ketua Keret Griyar) dan Vincent Girbes (Ketua Keret Girbes)

Danrem 172/PWY, Kolonel Inf Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, dalam sambutannya mengemukakan terimakasih kepada para ondoafi dan seluruh masyarakat yang sudah hadir pada acara pelepasan tanah adat untuk pembangunan Makorem 172/PWY di Kampung Yamua Distrik Arso Barat Kabupaten Keerom.

‘’Kami akan merawat dan memelihara tanah yang sudah diberikan ini dengan sebaik mungkin dan semoga kedepan bisa berguna bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Keerom. Kami akan berkontribusi dan membantu dalam pembangunan untuk menjadikan Kabupaten Keerom menjadi pusat ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Keerom,’’ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Keerom, Muh. Markum, pada kesempatan itu menyampaikan terimakasih kepada para Ketua Adat (Keret) di Arso yang sudah memberikan tanah adat yang berada di Kampung Yamua untuk pembangunan Makorem 172/PWY.‘’Kami mengharapkan dalam pembangunan Makorem 172/PWY nanti bisa memberikan dampak yang positif bagi Kabupaten Keerom khususnya di Kampung Yamua dalam bidang ekonomi,’’ungkapnya.

Selanjutnya acara penyerahan uang ganti rugi atas tanah ulayat dilakukan di Markas Koramil Arso. Uang sebesar Rp. 500 juta diberikan kepada pihak pemilik ulayat (4 keret) dari keseluruhan uang ganti tanah sebesar Rp. 4 miliar yang disepakati.