Januari 17, 2021

Terbukti Jual Amunisi ke KKSB OPM, 3 Prajurit TNI dinyatakan diberhentikan dengan tidak hormat

kabarmandala.com — Majelis hakim pengadilan militer III-19  jayapura akhirnya menjatuhkan palu untuk Tiga anggota TNI yang terbukti bersalah menjual ribuan amunisi kepada kelompok KKB. Selain di pecat dari satuan nya, ketiga anggota TNI tersebut juga di vonis hukuman penjara. Untuk Serda Wahyu Insyafadi di vonis seumur hidup, Pratu okto di vonis 10 tahun penjara dan sementara pratu Elias Waromi di vonis 2 tahun 6 bulan penjara.

Dalam sidang yang di gelar selasa, (11/02/20)  tersebut di laksanakan sebanyak dua kali, dimana untuk perkara serda Wahyu di pimpin hakim ketua Letkol Sus Muhamad Idris, Sedangkan sidang perkara untuk Pratu Okto dan Pratu Elias di pimpin oleh hakim ketua Letkol Sus Erwin Sulistiono.

Hakim ketua Letkol Sus Muhammad Idris menyatakan Serda Wahyu terbukti bersalah karena mengambil ribuan amunisi dari gudang milik Brigade Infanteri 20 Ima Jaya Keramo (IJK) Timika. Wahyu bertugas sebagai penjaga gudang amunisi di satuan tersebut.

Pelaku Wahyu mengambil amunisi sebanyak tiga kali dari juni 2018 hingga juli 2019. Tahap pertama 671 butir amunisi, tahap kedua sebanyak 760 butir amunisi dan tahap ketiga sebanyak 1.200 butir amunisi dari gudang. Semua amunisi dengan kaliber 5,56 milimeter. Bukti persidangan juga membeberkan bila amunisi milik TNI yang di salah gunakan oleh ketiga prajurit TNI tersebut di jual kepada pihak KKB.

Terkait kasus ini, Wakapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi mengaku tak ada toleransi terhadap anggota TNI yang menjual amunisi. “Arahan Pangdam jelas, proses hukum tetap berjalan dan tak ada toleransi,”  tegas Dax , Rabu (12/02/20).

Kasus penjualan amunisi ini sendiri terkuak saat satuan tugas Nemangkawi berhasil menggagalkan penjualan amunisi sebanyak ribuan butir di depan pusat perbelanjaan shopping center,Timika pada tanggal 24 Juli 2019 lalu.

Dari hasil pengembangan kasus, terungkap tujuh prajurit TNI terlibat dalam kasus jual beli amunisi.  Hingga kini dari 7 terdakwa Pengadilan Militer III Jayapura sudah memutuskan 3 terdakwa dan masih melanjutkan sidang terhadap  4 terdakwa lainnya.