Januari 16, 2021

Terdapat 106.738 WNA Hilir-Mudik di Perbatasan RI-Papua Nugini sepanjang tahun 2019

kabarmandala.com — Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Jayapura mencatat 106.738 keluar-masuk wilayah Indonesia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua sepanjang 2019. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura, Gatut Setiawan menuturkan, kepadatan kedatangan dan keberangkatan WNA di PLBN Skouw terjadi pada bulan Agustus dengan jumlah mencapai 11.325 orang.

“Total ada 106.738 WNA yang masuk dan keluar melalui PLBN Skouw, rata-rata Warga Negara Papua Nugini,” kata Gatut Setiawan. Berdasarkan grafiknya perlintasan Imigrasi, kedatangan dan keberangkatan pada Januari mencapai 8.811 orang, kemudian turun di Februari sebanyak 7.770 orang dan Maret sebanyak 7.711 orang. Grafik meningkat pada April sebanyak 9.065 orang dan Mei sebanyak 9.460 orang.

Meski mengalami penuurunan pada Juni menjadi 8.699 orang, arus perlintasan melonjak pada Juli sebanyak 10.897 orang dan terus meningkat pada Agustus sebanyak 11.325 orang. Pada September perlintasan kembali lesu menjadi 7.907 orang dan Oktober sebanyak 7.726 orang.

Pada November jalur perlintasan kembali ramai warga asing hingga mencapai 10.014 dan kembali sepi pada akhir tahun menjadi 7.353. “Kalau kita lihat grafik, kedatangan dan keberangkatan WNA di PLBN Skouw paling rendah pada Oktober dan Desember,” terang Gatut.

Selain WNA, kata Gatut, PLBN Skouw juga paling ramai digunakan Warga Negara Indonesia (WNI) untuk melintasi wilayah negara Papua Nugini. Meskipun jumlah kedatangan dan keberangkatan WNI tak sebanyak WNA. “Untuk WNI ada 14.318 orang yang melintasi PLBN Skouw menuju Papua Nugini. Paling banyak pada Juli yang mencapai 1.680 orang dan paling sedikit pada April sebanyak 924 orang,” kata Gatut.

Gatut menambahkan, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura telah menerbitkan 720 Izin Tinggal, terdiri dari 321 Izin Tinggal Kunjungan (ITK), 372 Izin Tinggal Terbatas (ITAS) dan 27 Izin Tinggal Tetap (ITAP) sepanjang 2019. “Untuk Tindakan Adminitrasi Keimigrasian (TAK) oleh kami tercatat 58 WNA,” imbuhnya.