Oktober 23, 2020

Terduga teroris di Papua sudah siapkan bom untuk aksi amaliyah

kabarmandala.com — Tim Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang terduga teroris berinisial KWN di daerah Sentani, Papua pada Kamis (5/12). Dalam penangkapan tersebut, petugas juga mengamankan bom yang sudah disiapkan untuk aksi amaliyah.

“Densus di sana mengamankan satu orang yang inisialnya KWN,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (6/12). Argo menjelaskan, terduga KWN ditangkap di rumahnya. Namun, tak dijelaskan lebih lanjut oleh Argo soal alamat lengkap rumah terduga. Namun, dari hasil pemeriksaan polisi, terduga teroris KWN bukanlah warga asli Sentani, Papua. Densus 88 masih melakukan pemeriksaan terhadap KWN untuk mendalami jaringannya.

“Yang lain-lain kita menunggu dari Densus 88 mengenai jaringannya yang masih didalami,” tutur Argo. Setelah menangkap KWN, kata Argo, Densus 88 langsung melakukan penggeledahan di rumahnya dan dua lokasi berbeda. Hasil dari penggeledahan tersebut, diamankan sejumlah barang bukti berupa bahan peledak dan bom siap ledak.

Lebih lanjut, kata Argo, Densus 88 saat ini masih mendalami keterangan pelaku mengenai target yang akan menjadi sasaran dari aksi amaliyah yang direncanakannya. Tak hanya itu, Densus 88 juga tengah mencari tahu sumber dana untuk pembuatan bom yang telah dirancang pelaku.

Sementara itu, anggota Kepolisian Resor Jayapura, Bripka Paskah Simanjuntak, sebelumnya menemukan mortir di dekat rumahnya di Jalan Swadaya Hawai Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Ihwal penemuan mortir itu dibenarkan oleh Kepala Polres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon. Victor mengatakan penemuan mortir oleh salah satu anggotanya itu terjadi pada Kamis (5/12) siang. Ia menjelaskan bom jenis mortir pertama kali dilaporkan ke anggota piket SPKT Polres Jayapura oleh Bripka Paskah Simanjuntak.

“Telah ditemukan satu buah bom jenis mortir, anggota kami yang menerima informasi langsung bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP),” ujar Victor. Ia mengatakan setelah petugas sampai di TKP langsung memasang garis polisi di sekitar lokasi ditemukannya mortir tersebut. Hal itu, kata dia, guna mengamankan lokasi agar masyarakat tidak ada yang mendekat.

“Kami sudah laporkan penemuan bom jenis mortir ini ke Tim Gegana Brimob Polda Papua, karena jenis bom ini sangat berbahaya bagi warga sekitar,” ujar Victor. Dia menjelaskan mortir itu kemudian dievakuasi oleh Tim Gegana Brimob Polda Papua ke tempat yang telah disiapkan untuk proses pemusnahan. Diduga, kata dia, bom tersebut peninggalan masa Perang Dunia II. Mortir itu dengan panjang kurang lebih 30 centimeter. “Terlihat dari fisik yang sudah berkarat,” kata Victor.