Januari 24, 2021

Terkait aksi KKSB OPM di Tembagapura polisi belum ada rencana menambaah pasukan

kabarmandala.com — Polri menyatakan belum berencana menambah pasukan ke Papua untuk menyikapi masih gangguan keamanan menyusul maraknya aksi penembakan dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terutama di Kabupaten Mimika.¬†Sepanjang Maret 2020, sedikitnya sudah tiga kasus penembakan terjadi di Mimika. Pada Senin 9 Maret kemarin, Pos Koramil Jila diserang KKSB OPM hingga menewaskan seorang Babinsa TNI AD yang sedang bertugas Serka La Ongge.

Pada 5 Maret lalu, Pos TNI di Banti, Distrik Tembagapura, Mimika juga ditembak kelompok bersenjata. Peristiwa ini hanya berselang dua hari setelah penembakan terhadap mobil patroli Polsek Tembagapura. Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra mengatakan, saat ini sudah ada 5.000 personel TNI-Polri yang dikerahkan ke Tanah Cenderawasih. Belum ada rencana penambahan untuk menyikapi situasi terkini.

“Sampai hari ini 5.000 personel dengan kekuatan yang sama memaksimalkan apa yang selama ini tersedia,” kata Asep di Jakarta, Selasa (10/3/2020). Menurut Asep, ke 5.000 personel TNI-Polri itu dalam rangka Operasi Nemangkawi. “Pihak kepolisian punya Operasi Nemangkawi, kami tak sendiri dibantu TNI, masih terus kerja sama untuk berikan jaminan masyarakat terkait kondisi yang dibutuhkan untuk ciptakan aman dan tenang,” papar Asep.

Asep mengatakan, TNI dan Polri terus berupaya meningkatkan kewaspadaan apabila sewaktu-waktu terjadi penyerangan KKB. “Berdasarkan info dari Polda Papua sampai hari ini situasi terkendali dan aman masyarakat aktivitas normal,” ujar Asep.