Oktober 21, 2020

Tiba di Manado, Rombongan Persipura Langsung Ziarah ke Makam Dokter Tim Agustinus Heatubun

kabarmandala.com —┬áKeputusan manajemen Persipura memilih Manado sebagai homebase selama Shopee Liga 1 2020 bukan sembarangan. Selain ingin mendapatkan dukungan dari warga Papua yang banyak tinggal di Ibukota Propinsi Sulut itu, ternyata ini dimanfaatkan skuat Mutiara Hitam untuk ziarah dan mengenal lebih dekat keluarga almarhum dokter tim, Agustinus Heatubun.

Seperti diketahui, almarhum yang telah bertahun-tahun sebagai dokter tim di Persipura itu meninggal dunia pada 2019 lalu. Saat itu, semua elemen dan pencinta Persipura merasa sangat kehilangan sosok loyalis tersebut. Tak pelak, setiba di Manado, rombongan Persipura langsung menuju ke makam dr. Agustinus Heatubun di Kota Bitung.

“Kami tak akan melupakan jasa almarhum. Beliau tak hanya sebagai dokter tim, tapi juga sahabat yang ramah dan sederhana,” kata Jacksen Tiago. Dalam tayangan video yang diunggah di akun IG klub, pelatih asal Brasil ini sempat memeluk ibunda almarhum sebagai bentuk rasa sayang. Jacksen pantas kehilangan sahabatnya itu. Karena Jacksen pernah menangani Persipura pada 2008-2013.

“Sukses sebuah klub hasil kerja tim. Begitu pula saat saya sukses pada periode lalu di Persipura. Dokter Agus punya peran besar dalam meraih prestasi itu,” tuturnya. Selama perhelatan Liga 1 2020, Persipura akan berkandang di Stadion Klabat Manado. Boaz Solossa dkk. terpaksa jadi tim musafir, karena Stadion Mandala Jayapura direnovasi untuk persiapan PON Papua 2020. Musim lalu, Persipura punya opsi dua kandang di Stadion Gelora Delta Sidoarjo dan Stadion Aji Imbut Tenggarong, Kutai Kartanegara.

Meski akan berstatus markas Persipura, Stadion Klabat di Manado sebetulnya memiliki memori indah buat PSIS Semarang, lawan perdana Persipura pada Shopee Liga 1 2020. Stadion Klabat ternyata cukup familiar bagi PSIS Semarang. Tentu sejumlah legenda hidup PSIS sulit melupakan pertandingan di Stadion Klabat pada 9 April 1999 silam. Tim Mahesa Jenar menorehkan tinta emas dengan menjuarai Liga Indonesia pada tahun itu.

PSIS menang tipis atas Persebaya Surabaya dalam partai final saat itu. Gol tunggal Si Maradona asal Purwodadi, yakni Tugiyo, membuat publik PSIS berpesta pora merayakan gelar juara. Pelatih kiper PSIS, I Komang Putra, cukup terkesan dengan venue yang akan didatangi timnya. Pria asal Bali tersebut bakal kembali bernostalgia, seperti ketika ikut mengantarkan PSIS tampil juara di Stadion Klabat 20 tahun silam.

“Mudah-mudahan kenangan manis pada 1999 bisa terulang kembali besok Minggu. Jika waktu itu bisa menang di Manado, harapan saya bisa mencuri poin melawan Persipura nanti, syukur-syukur menang,” terang pelatih kiper PSIS Semarang yang akrab disapa IKP, Kamis (27/2/2020).