Januari 20, 2021

Tidak benar pihak kampus Unipa menelantarkan mahasiswanya

kabarmandala.com — Informasi di dunia maya (facebook), yang mengkalim bahwa pihak Unipa, telah menelantarkan mahasiswanya khususnya di Kampus FKIP Manokwawi Selatan, dibantah oleh Dekan FKIP Manokwari Selatan Prof. Dr. Benediktus Tanwijaya.

Melalui selulernya, Selasa (11/2/2020) malam, dia menjelaskan pihak kampus FKIP, pada awal penerimaan mahasiswa baru telah menyampaikan perkuliahan kampus ini akan dilakukan di Ransiki. Kemudian, Juli dan awal September 2019, muncul adanya persoalan di kalangan mahasiswa, sehingga pihak kampus memberikan dua pilihan bagi mahasiswa mau melanjutkan perkuliahaannya di Ransiki atau Manokwari.

“Waktu itu jumlah mahasiswa ada 100 orang. Namun dalam perjalanannya atau selama 1 semester pihaknya kampus merasa berat terkait keuangan kampus, sehingga diputuskan semua mahasiswa kembali kuliah di kampus Ransiki,” sebutnya.

“Kita putuskan kuliah di kampus Ransiki ini juga didasarkan hasil pertemuan dengan mahasiswa dan sejumlah mahasiswa memutuskan melanjutkan studi di Ransiki, sementara sisanya sekitar 21 atau 22 orang yang memilih tetap bertahan di kampus Manokwari,” ucapnya.

Dia mengaku mahasiswa yang tidak ingin kuliah di Ransiki, memiliki alasan karena tidak ada tempat tinggal. Sehingga untuk mengamomodir mahasiswa tersebut, pihak kampus menyiapkan mes dosen sebagai tempat transit sambil mencari kost-kosan.

“Sudah ada beberapa orang yang mencari kost dan tinggal di kost. Saya sendiri tidak tau kenapa hal ini dibesarkan, padahal disana ada kasur yang sudah disiapkan oleh Pemerintah Mansel,” terangnya. Sementara dari sisi keuangan, juga telah diberikan bantuan beasiswa bidik misi, yang nilainya cukup besar dengan 80 persen penerimanya adalah anak asli Papua.

“Kalaupun memang masih ada kekurangan dan ini dipersoalkan, kami mau gimana lagi,” ujarnya. Selain itu, kata dia untuk jumlah keseluruhan mahasiswa di Manokwari Selatan, sekitar 200 hingga 300 orang. Namun data ini setiap hari bisa berubah, karena mereka yang sudah keluar, masuk bergabung lagi untuk melanjutkan studi.

“Untuk yang tinggal di mes saat ini, jumlahnya sekitar belasan orang, namun informasi yang diperoleh hingga Selasa kemarin, ada 7 orang yang sudah mendapatkan kost dan keluar dari mes tersebut,” tuturnya.

Dia menambahkan selama mahasiswa tinggal di mes, pihak kampus juga telah membantu dengan memasok beras untuk kebutuhan sehari-hari. Namun pihak kampus tentu tidak bisa memprioritaskan mahasiswa tertentu karena akan ada rasa kecemburuannya.

“Untuk foto di media sosial. Kami juga belum tau siapa penyebarnya dan kami masih menelususri siapa yang memposting foto tersebut,” tandasnya. Sementara penanggungjawan kampus FKPI Mansel, Yan Nunaki, membenarkan pihak kampus telah menyiapakan mes dosen untuk tempat tinggal sementara para mahasiswa, sambil mencari tempat kos.

“Kalau soal mahasiswa tidur di tehel, saya tidak bisa kasi komentar, karena kita sudah siapkan karpet besar dengan kasur santai. Saya sendiri tidak paham maksud postingan itu apa. Kalau tidak percaya mari kita ke lapangan sama-sama lihat kondisi yang sebenarnya,” tukasnya.