November 30, 2020

Tiga Jam Hujan, Perumahan Subsidi di Sentani Papua Banjir

kabarmandala.com — Perumahan subsidi program sejuta rumah Presiden Joko Widodo yang terletak di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis (13/2) dini hari kebanjiran. Banjir disebabkan karena hujan deras yang mengguyur kawasan itu selama tiga jam.

Ngamel, Warga Perumahan BTN Gajah Mada Yahim, Sentani, Kabupaten Jayapura,  menuturkan air mulai naik menggenangi perumahan sejak pukul 01.00 WIT. Padahal hujan di kawasan itu baru terjadi pukul 24.00 WIT.“Mulai hujan pukul 12 malam, tetapi air sudah naik pukul 1 malam, air sampai masuk ke rumah-rumah warga perumahan secara merata,” kata Ngamel, Kamis (13/2) pagi.

Menurut Ngamel, ketinggian air yang menggenangi kompleks Perumahan Gajah Mada bervariasi. Seperti di kompleksnya yang berada di jalur 6 atas, ketinggian mencapai lutut orang dewasa, sedangkan kompleks perumahan jalur bagian bawah mencapai dada orang dewasa.

“Di Gajah Mada ada 9 jalur, untuk jalur kami ketinggian air mencapai lutut orang dewasa, kalau di bawah lebih parah, sampai dada karena lebih rendah di bagian sana,” ujar Ngamel dengan nada kesal bercampur sedih. Selain genangan air berwarna coklat, kata Ngamel, banjir di Perumahan BTN Gajah Mada juga membawa material pasir. Dia pun bersyukuran ketinggian air di jalurnya telah berkurang, sedangkan di bagian jalur bawah masih tinggi.

“Kalau di jalur bawah air masih tinggi karena perumahan tidak pernah dibersihkan sejak banjir bandang pada Maret tahun lalu. Jadi rumput-rumput masih tinggi dan rumahnya memang sudah tidak layak huni,” kata Ngamel. Sejauh ini belum adanya bantuan dari Pemerintah Kabupaten Jayapura pascabanjir yang melanda kawasan itu. Dia bersama warga lainnya pun mengaku letih menagih janji pemerintah dalam penanganan banjir di perumahan tersebut.

“Aduh tidak ada apa-apa ini, tidak kelihatan pemerintah, tidak kelihatan semua. Ini pemerintah janji-janji terus tapi tidak terealisasi, kami kecewa karena sudah tertipu oleh developer, padahal ini program rumah subsidi,” tutur Ngamel. Dia berharap Pemerintah Kabupaten Jayapura maupun Pemerintah Provinsi Papua dapat menangani persoalan banjir di Perumahan Gajah Mada, Sentani yang terjadi setiap tahun.

“Setiap tahun banjir di sini pak. Kalau hujan pasti banjir lagi karena air di jalur bawah belum turun,” kata Ngamel. Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini cuaca di Jayapura, Rabu (12/2) malam pukul 23.00 WIT.

Dalam grup whatsapp , BMKG menyebut potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Potensi hujan terjadi di wilayah Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Abepura, Sentani Timur, Sentani, Sentani Barat dan sekitarnya. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga pukul 00.30 WIT.

Sekadar diketahui, banjir di Perumahan BTN Gajah Mada Yahim, Sentani, Kabupaten Jayapura telah menjadi agenda tahunan sejak empat tahun terakhir. Selain masalah drainase, lokasi perumahan warga merupakan daerah resapan.

Banjir tahunan satu tahun terakhir terjadi pada 8 Februari 2019. Kondisi perumahan diperparah dengan banjir bandang yang melanda Sentani, Kabupaten Jayapura, pada Maret 2019.