Mei 7, 2021

TNI akan Kerahkan 90 Ribu Personiluntuk Antisipasi adanya Indikasi Kerawanan saat pandemi Covid 19

kabarmandala.com — Kepala Pusat Penerangan Tentaran Nasional Indonesia (Kapuspen TNI) Mayjen TNI Sisriadi menegaskan bahwa rencana penurunan 90 ribu personil TNI di seluruh Indonesia merupakan suatu langkah kontinjensi untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang akan terjadi di tengah masyarakat akibat dampak wabah Virus Corona atau Covid-19.

Sisriadi mengatakan bahwa kontijensi itu merupakan suatu langkah antisipasi agar TNI dapat segara siap dalam meredam segala kondisi darurat yang mungkin akan terjadi dikemudian hari melihat dampak wabah Corona yang semakin merembet ke semua sektor masyarakat.

“Rencana kontinjensi disusun bukan, sekali lagi, bukan, berdasarkan indikasi kerawanan atau ancaman, boleh disebut sebagai langkah antisipasi,” kata Sisriadi di Jakarta, Rabu (29/4/2020). Jenderal bintang dua TNI itu menjelaskan bahwa hal tersebut dilakukan bukan karena adanya indikasi kerusuhan di masyarakat tetapi lebih kepada persiapan dan langkah antisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi.

“TNI selalu siap dalam kondisi apapun untuk menjaga negara tetap aman. Sekarang pun kita siap, cuma kita kan butuh anggaran untuk melakukan operasi sehingga ketika terjadi hal yang tak diinginkan TNI lebih cepat bergerak,” jelasnya.

Sisriadi mengungkapkan bahwa dalam anggaran yang dibahas di Rapat Dengar Pendapat bersama dengan Kementerian Pertahanan dan Komisi I DPR RI, TNI membutuhkan anggaran sebesar Rp.1,4 Triliun untuk kontijensi menghadapi segala kemungkinan terburuk yang dapat terjadi di tengah Wabah Corona. Sebab, menurutnya, jika menunggu sampai adanya indikasi maka akan terlambat untuk mengatasi segala hal terburuk yang mungkin terjadi itu.

“Kita bisa beroperasi sebanyak 90 ribu orang personil selama 5 bulan kedepan jika anggaran sudah di proses oleh Kemenkeu,” ujarnya. Dalam hal ini, Sisriadi juga menyampaikan bahwa TNI bukan bergerak sendiri dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) melainkan membantu institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

“TNI itu gak bisa bergerak sendiri ke tengah masyarakat, kita memiliki tugas untuk membantu Polri dalam menjaga Kamtibmas,” katanya. Ia juga meminta agar masyarakat tidak panik terhadap langkah yang dilakukan kontijensi yang dilakukan oleh TNI. Sebab, ini hanya mengantisipasi segala kemungkinan terburuk bukan karena adanya indikasi menuju kerusuhan di tengah masyarakat.