Oktober 29, 2020

TNI dan Polri lakukan Mediasi untuk ,mnyelesaian dan Amankan Wilayah sentani pasca bentrok

kabarmandala.com — TNI dan Polri mengambil langkah cepat dengan mengamankan wilayah bentrokan serta melakukan mediasi di kedua belah pihak setelah bentrok antara warga Kampung Kehiran dan Kampung Toware, Sentani, Kabupaten Jayapura. Bentrok terjadi pada Minggu (19/4/2020).  TNI dan Polri melakukan mediasi terhadap kedua kubu yang bertikai dan meminta kepada tokoh-tokoh adat dari dua kampung itu sama-sama ikut meredahkan amarah warganya, Senin (20/4/2020) kemarin.

Komandan Korem (Danrem) 172/PWY, Kolonel Inf. J. Binsar Parluhutan Sianipar mengatakan, akibat bentrokan itu dilaporkan beberapa rumah warga terbakar dan warga yang rumahnya terbakar saat ini memilih untuk ikut mengungsi ke rumah kerabat mereka. “Iya, ada beberapa rumah yang terbakar dan mereka yang rumahnya terbakar saat ini mengungsi,” kata Danrem di Jayapura, Senin (20/4/2020) kemarin.

Untuk  mencegah bentrokan tersebut tidak meluas, kata Danrem, telah menyekat semua jalur masuk dan keluar dari lokasi kejadian. “Kita sudah mengerahkan 1 SSK dan 1 SSK lagi dari Polda Papua. Jadi ada empat titik yang kita amankan saat ini dan beberapa hari kedepan pasukan akan di stand-bykan di lokasi itu sampai situasi benar-benar kondusif,” ujar Danrem.

Lebih lanjut Kolonel Binsar mengatakan, agar semua pihak dapat menahan diri dan tidak terprovokasi dalam menanggapi bentrokan awal maupun bentrokan susulan tadi (kemarin) pagi. Untuk langkah pencegahan terjadinya bentrok susulan, kata Danrem, pihak TNI dan Polri telah berusaha untuk memediasi kedua kubu yang bertikai, termasuk meminta kepada tokoh-tokoh adat dari kedua kampung yang bertikai itu untuk ikut sama-sama meredakan amarah warganya.

“Kita tadi (kemarin) sudah minta agar Ondoafinya segera bicara ke masyarakatnya masing-masing. Baik yang ada di Kampung Kehiran maupun yang ada di Kampung Toware. Kalau masih ada yang bergerak lagi, maka kita akan tindak tegas. Saat ini kita terus berupaya untuk proses perdamaian di kedua belah pihak,” kata Danrem dengan nada tegas. “Disini ada Dandim, Kapolres, Danramil, Kapolsek dan juga aparat kewilayahan untuk mendorong mediasi hingga adanya perdamaian,” tambah Danrem Kolonel Binsar diakhir wawancaranya.