Oktober 26, 2020

TNI-Polri Ditarik dari Nduga Papua Jika Pimpinan simpatisan KKSB OPM ditangkap

kabarmandala.com — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menanggapi terkait permintaan Wakil Bupati Nduga Wentius Nimiangge agar TNI dan Polri ditarik mundur dari wilayahnya. Mantan Kapolri tersebut menjelaskan penarikan aparat akan dilakukan jika kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya tertangkap.

“Karena enggak ada yang bisa jamin penegakan hukum. Penegakan hukum polri dan TNI. TNI di sana dalam rangka mendukung operasi kepolisian penegakan hukum karena medannya yang sulit,” kata Tito Karnavian di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/12/2019).

Sebab itu, jika ada permintaan untuk menarik mundur para aparat keamanan, menurut Tito tidak ada yang menjamin keamanan di Nduga. “Ini jadi kalau seandainya ada permintaan penarikan pasukan, pertanyaannya ada gak yang bisa menjamin baik bupati, wakil bupati atau para tokoh,” ungkap Tito.

Sebelumnya diketahui sudah beberapa kali pihak pemerintah daerah Nduga meminta pemerintah pusat untuk menarik mundur para aparat keamanan. Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Nduga Namia Wijangge banyak dari masyarakat yang trauma terhadap tragedi gerakan separatis di 1996.

“Trauma itu terus terbawa sampai dengan sekarang. Sehingga persoalan ini dalam waktu singkat ini mau diselesaikan sangat susah,” kata Namia.Menurutnya, anggota TNI/Polri justru sebenarnya tidak berjaga di pembangunan infrastruktur. Tetapi malah masuk ke perkampungan.”Anggota TNI Polri yang dikirim ke sana itu bukan menjaga pembangunan jalan tetapi masuk ke kampung-kampung masyarakat di sana,” ucapnya.