Desember 4, 2020

TNI Sebut dari 33 Kelompok Separatis di Papua, Hanya 3 yang Bersenjata

kabarmandala.com — Aksi penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di sekitar kawasan PT Freeport, Papua, belakangan ini kerap terjadi. Bahkan, 800 warga pedalaman Mimika terpaksa mengungsi ke Mapolsek Tembagapura. Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi mengatakan, terdapat 33 kelompok separatis di Papua. Namun, hanya 3 kelompok yang punya senjata api.

“Berdasarkan informasi yang didapat dari sumber yang dekat dengan Lekagak (Kelompok KKSB OPM), ada 2 kelompok yang berasal dari luar wilayah Mimika yang saat ini termonitor bergerak menuju Tembagapura. Sedangkan 1 kelompok lagi memang adalah kelompok separatis lokal di Mimika pimpinan Johny Botak, yang selama ini dikenal dengan kelompok Kali Kopi,” kata Dax lewat keterangannya, Minggu (8/3). Dax menuturkan, baru ini terdapat pernyataan dari TPNPB OPM (Organisasi Papua Merdeka) yang menyebut 33 kelompok separatis bergerak mengepung Freeport. Dax menyebut, hal itu hanya klaim semata.

Dari laporan yang diterima di lapangan, kata Dax, selama ini kelompok KKB bergerak dengan masing-masing. Tidak ada koordinasi dalam satu komando menyerang suatu objek. “Sepanjang sejarah aksi OPM hampir tidak pernah ada aksi gabungan. Penyatuan organisasi mereka dalam organisasi TPNPB OPM sebenarnya tidak lebih pada bentuk solidaritas sesama kelompok bersenjata dibandingkan sebagai bentuk integrasi organisasi yang valid dan operasional,” ujar Dax.

Dax menambahkan, terdapat persaingan antar kelompok KKB. Salah satu contohnya yakni persaingan kelompok Johny Botak, Lekaga, dan Militer Murib. Mereka berebut posisi di area Tembagapura. “Pada dasarnya, Johny ingin mengawasi sepak terjang kelompok dari luar Mimika. Baginya harga diri suku adalah segalanya. Tidak boleh ada kelompok dari luar Mimika yang menguasai Mimika,” tutup Dax.

Sebelumnya diberitakan, kondisi keamanan di Papua bergejolak disebabkan ulah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang terus menebar teror. Kondisi tersebut membuat ratusan warga pedalaman Timika memilih mengungsi.Ratusan warga itu berasal dari beberapa distrik seperti Kampung Longsoran, Kampung Batu Besar, dan Kimbeli. “Hingga pukul 18.00 WIT didata sudah hampir kurang lebih 800 orang yang mengungsi, terdiri dari anak-anak, wanita, laki-laki,” ujar Kapolsek Tembagapura, AKP Hermanto, dalam keterangannya. Jumat (6/3).